“Perjumpaan Pribadi adalah Infrastruktur yang Paling Basis”

(Hasil Wawancara dengan Romo Mardiatmadja)**
 
Selamat pagi Romo Mardi. Bagaimana kesan Romo terhadap MUSPAS KAK tahun 2016 ini!
 

Saatnya Berbagi Dalam Kelompok

Memasuki hari ketigaMUSPAS (Rabu, 06Januari), para peserta diajak terlibat dalam kegiatan sharing kelompok. Kegiatan ini diatur oleh panitia dengan membagi seluruh peserta MUSPAS KAKAK (Musyawarah Pastoral Keluarga Allah Keuskupan Agung Kupang) ke dalam 14 kelompok.

“Menjadi Kakak Dan Adik Dalam Kelurga Allah”

Sesi ceramah dalam rangkaian kegiatan MUSPAS Keuskupan Agung Kupang di hari yang kedua, 5 Januari 2016, diakhiri dengan sesi ceramah yang dibawakan oleh RP. Prof. Dr. B. S. Mardiatmadja, SJ.

Membangun Kesejahteraan Melalui Perencanaan Keuangan Keluarga

Dalam upaya membantu para peserta untuk merefleksikan tema MUSPAS KAK 2016, Keluarga, Sukacita Injil dan Sosial Ekonomi, rangkaian acara MUSPAS Keuskupan Agung Kupang di hari yang kedua, 5 Januari 2016, diisi pula dengan ceramah dari Otoritas Jasa Keuangan, yang dibawakan oleh Pak Kunto dan Ibu O

“MELALUI KUB, KITA BISA MENDORONG TERCAPAINYA MASYARAKAT YANG SEJAHTERA”

“NTT memiliki 1192 pulau. Terdiri dari pulau besar, kecil dan sangat kecil. 432 pulau telah bernama, yang lain belum bernama. 44 pulau telah berpenghuni. 21 kabupaten dan 1 kota. NTT berbatasan dengan dua negara Timor Leste dan Australia.

“APAKAH KITA MEMANG BERIMAN BENAR KEPADA YESUS KRISTUS?”

Rangkaian kegiatan MUSPAS Keuskupan Agung Kupang hari yang kedua, diawali dengan ceramah dari Mgr. Petrus Turang, Uskup Agung Kupang. Mengawali ceramahnya, Mgr. Petrus mempertanyakan tentang cara setiap pribadi kristiani menghayati imannya secara baik dalam hidup setiap hari.

MARI MENGALAHKAN KETIDAKPEDULIAN DAN MEMENANGKAN PERDAMAIAN

Keuskupan Agung Kupang merayakan sukacita besar dalam Keuskupan ini, sebab terhitung sejak tanggal 4-7 Januari 2016, Keuskupan ini akan mengadakan Musyawarah Pastoral (MUSPAS) tingkat keuskupan.

Pages

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.