IMAM BUKANLAH PROFESI, TETAPI PANGGILAN UNTUK KARYA PELAYANAN

Pada Rabu, 18 Mei 2016, bertempat di Gereja St. Petrus Pariti-Sulamu, diadakan acara serah terima Pastor Paroki St. Petrus Pariti-Sulamu dari Pastor Paroki lama, RD Yohakim Konis, kepada Pastor Paroki yang baru, RD Sekundidus Lopis.

DIUTUS UNTUK MEWARTAKAN KABAR SUKACITA

“Apa yang kita dengarkan dalam Injil hari ini berbicara tentang hakekat pelayanan yang hadir dalam diri para gembala, di dalam diri para imam, yakni diutus bukan untuk menemukan atau mencari kekuasaan, tetapi  bahwa lewat kekuatan yang diberikan oleh Yesus itu mesti diwujudnyatakan, diinterpretas

IMAN BERTUMBUH BAGAIKAN BENIH

“Iman yang kita terima dari Gereja melalui pembaptisan, itu seperti kita menerima benih-benih. Jika benih-benih itu dijaga sehingga bisa tumbuh secara baik, maka dia akan menghasilkan buah pada waktunya. Tetapi jika tidak dijaga dengan baik,  maka ia akan dihimpit oleh ilalang dan menjadi mati.

“Kita Tidak Akan Pernah Menjadi Bahagia Oleh Karena Selfie”

“Kita di dalam bergandengan tangan, berjalan bersama menuju Kristus yang naik ke surga hendaknya melakukan karya belas kasih di dunia ini.

“Carilah Yang Kristus Pikirkan Untuk Kamu Bawa”

“Hari ini Yesus menekankan satu perintah yang cocok dengan kita para pelayan pastoral pada saat makan bersama. Dalam Injil tadi Dia bilang, kamu hamba-hamba tidak lebih tinggi dari Tuhan, tidak lebih hebat  dari Tuhan. Kamu pelayan-pelayan tidak lebih hebat dari Tuhanmu. Ingat itu!

Jadilah Pelayan Yang Meneladani Dan Menghadirkan Kristus

“Pelayanan imamat adalah anugerah Tuhan dalam persekutuan Gerejawi. Itulah perutusan untuk mengaktualkan imamat Yesus Kristus yang menyerahkan Tubuh-Nya dan menumpahkan Darah-Nya demi kebaikan banyak orang.” Demikian dikatakan Uskup Agung Kupang, Mgr.

Kita Dipanggil Untuk Menjadi Pelaku Dari Belas Kasih

“Sebagai orang-orang yang beriman kristiani, masa liturgi yang khusus ini membuat kita boleh menarik diri sedikit dari dunia. Di sini kita masuk pada sesuatu yang sebenarnya kita boleh berdiri dan pada saat kita berdiri di sana, kita bisa bergandengan tangan dengan penuh kegembiraan.

Pages

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.