Tinggallah Bersama Dia Dan Carilah Kemuliaan-Nya

"Yang paling penting adalah ketaatan  dan mendengarkan serta melaksanakan apa yang disampaikan pimpinan. Jika itu dilaksanakan dengan setia, maka langkah menjadi ringan dalam kehidupan membiara. Menjadi misioner tidaklah gampang. Perlu kesungguhan hati dan ketaatan serta penyertaan Yesus dan Maria sehingga apa yang dianggap berat itu, bisa menjadi ringan. Dan pada akhirnya, biarlah kita menjadi kecil dan Allah semakin besar dan dipermuliakan". Demikian disampaikan  Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, dalam kotbahnya pada Perayaan Ekaristi pengikraran Kaul pertama bagi para suster OMJM.
 
Dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Kapel biara OMJM, pada Rabu, 14 Juni 2017 sore ini, secara khusus kepada Sr. Elisabeth Wende dan Sr. Aplonia Candranita Soni yang mengingkrarkan kaul pertama kebiaraannya dalam Kongregasi Suster Karya Misioner Yesus dan Maria (OMJM), Mgr. Petrus berpesan agar tetap menjadi pribadi-pribadi yang mengikatkan diri pada Tuhan. "Suster-suster yang terkasih, dengan satu alasan tambahan kalian diikatkan dan dikuduskan kepada Allah. Tinggallah bersama Dia dan carilah Kemuliaan-Nya. Sampaikan damai  kepada sesama,” pesan Mgr. Petrus.
 
Pada perayaan yang mengambil tema "Ia Melihat Lalu Berkata Ikutlah Aku", selain Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, turut hadir pula pastor paroki Sta. Maria Assumpta, RD. Rudy Tjung Lake, Provinsial Claretian Indonesia, RP. Yohanes Maria Vianey, CMF, Komisar OCD Indonesia, RP. Felix Elavunkal, OCD,  serta RP. Mikhael, CMF. Selain itu, hadir pula untuk bersukacita bersama komunitasi Baira OMJM Kayu Putih, orang tua dari kedua suster yang mengikrarkan kaul,  anggota keluarga dari para suster OMJM serta tamu undangan lainnya.
 
Adapun Kongregasi Karya Misioner Yesus dan Maria ini atau yang lebih di kenal dengan biara Suster OMJM ini, sejatinya berasal dari Negara Spanyol. Kongregasi ini mulai melebarkan sayapnya dengan berkarya di wilayah Keuskupan Agung Kupang sejak 20 Februari 2007. Dan setelah melalui beberapa tahapan akhirnya kongregasi ini akhirnya memiliki sebuah biara serta rumah formasi pada tahun 2012 di wilayah Kayu Putih, Kota Kupang. Hingga saat ini, anggota komunitas  telah ada 25 orang suster pribumi yang berkaul sementara serta enam orang suster berkaul kekal dari Spanyol dan Equador.
 
Karya pelayanan yang dijalankan oleh para suster OMJM di wilayah Keuskupan Agung Kupang, antara lain pelayanan bagi kaum lanjut usia, di mana  komunitas yang dipimpin oleh Sr. Concepcion Fernandez, OMJM, mempunyai posyandu untuk para lanjut usia (lansia), di mana setiap tanggal 20 dalam bulan diadakan pelayanan kesehatan bagi para lansia di biara tersebut. Para suster OMJM juga membantu pelayanan komuni bagi orang sakit di dalam wilayah Paroki Sta. Maria Assumpta, Kota Baru. Selain itu, setiap hari Minggu para suster juga membantu pendampingan bagi anak-anak Sekami di Stasi Manulai, wilayah paroki St. Yoseph, Naikoten. (Angel Parera)***

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.