Tetaplah Berbuat Baik

Bacaan: 

Rabu, 17 Oktober 2018
Pw S. Ignasius dr Antiokhia, UskMrt (M).
BcE Gal. 5:18-25;
Mzm. 1:1-2,3,4,6;
Luk. 11:42-46; atau dr RUybs.
BcO Sir. 15:11-20.

Tentulah kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Pepatah ini sejalan dengan ajaran Yesus dalam salah satu kesempatan yang mengatakan kepada kita, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat. 7:12). Dengan kata lain, ingin dikatakan bahwa kalau kita menanam kebaikan, kita juga akan menuai kebaikan, tetapi ketika kita menanam keburukan, kita juga akan menuai keburukan.
 
Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang Yesus mengecam orang-orang farisi. Kecaman ini terkait dengan cara hidup orang Farisi yang oleh Yesus dilihat sebagai perilaku yang tidak seimbang. Mereka berharap mendaptkan segala kebaikan, tetapi yang mereka lakukan justru sebaliknya. Mereka bagaikan berharap untuk menuai apa yang tidak mereka tanam. Mereka menanam segala ketidakbaikan seperti yang disebutkan oleh Yesus dalam Injil hari ini, tetapi mereka berharap mendapat kebaikan. Inilah mengapa Yesus mengecam mereka dan menganggap bahwa karena mereka pantas mendapat "celaka".
 
Yang ingin diajarkan oleh Yesus kepada kita melalui Sabda-Nya hari ini sebenarnya adalah dua hal, yakni soal keadilan dan keteguhan dalam berbuat kebaikan. Adil bukan berarti sama rata atau 50:50, tetapi berbuat adil artinya orang mendapat dan memberikan apa yang seharusnya, sesuai dengan porsinya. Dan inilah menjadi tanda nyata bahwa orang memiliki keteguhan hati untuk melakukan keadilan dan serentak kebaikan di dalam hidupnya. Walaupun memang, berbuat adil dan baik seringkali tidaklah mudah. Ketika kita berbuat baik, pasti ada hal-hal yang buruk yang menghalang-halangi itu. Dan itulah tantangan yang harus dihadapi dan diatasi, sehingga kitapun bisa menjadi orang yang tetap berbuatan baik dan adil untuk Tuhan dan sesama. Amin.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Janganlah Terbius Oleh Mamon

Sabtu, 10 November 2018, Pw S. Leo Agung, PausPujG (P).
BcE Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs.
BcO Keb. 18:1-15a; 19:4-9.

Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, Bagaimana mungkin Yesus mengatakan bahwa kita harus mengikat persahabatan dengan mamon yang ti