St. Philipus Neri, Sang Pendoa Yang Penuh Humor

“St. Philipus Neri tidak tahan melihat seseorang berwajah murung. Jika sampai ia melihat seseorang dengan muka masam, maka ia akan dengan senang hati menamparnya - dan jika orang itu protes, ia akan menjelaskan bahwa bukan dia yang melakukannya, tetapi setan!”
 
Philipus Neri dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1515 di Florence, Italia. Ayahnya bernama Fransiskus Neri yang bekerja sebagai seorang notaris. Meskipun keluarga ini berasal dari golongan bangsawan, tetapi mereka hidup sederhana.
 
Sejak masa kecilnya, Pippo Buono – demikianlah nama panggilan Philipus Neri semasa kecilnya – dikenal sebagai anak yang suka berkelakar! Bagi teman-temannya, sentuhan tangan Pippo Buono atau bahkan kehadirannya saja sudah cukup untuk menyembuhkan hati siapa saja yang sedang berduka.
 
Philipus kecil juga suka bertindak seturut kata hatinya. Karena kelakuannya itu hampir saja sebuah kecelakaan merenggut nyawanya. Ketika itu, ia melihat seekor keledai beban dengan gerobaknya yang sarat dengan buah-buahan dan dengan tiba-tiba saja ia meloncat naik ke atas punggung keledai itu. Keledai yang terkejut itu kehilangan keseimbangannya dan terpeleset, sehingga gerobak dan muatannya serta Philipus jatuh terguling-guling ke gudang bawah tanah dengan Philipus tertindih keledai dan gerobak.
 
Saat berusia delapan belas tahun, Philipus dikirim ke San Germano untuk belajar berdagang. Tetapi karena ketiadaan minat dalam berdagang, ia malahan lebih sering menggunakan waktunya untuk berdoa di sebuah kapel di atas bukit. Dan di sanalah Philipus memperoleh suatu penglihatan bahwa ia mendapat panggilan merasul di Roma, sehingga ia pun meninggalkan keluarganya dan pindah ke Roma pada tahun 1534.
 
Di Roma, Philipus yang pada saat itu masih berstatus awam memberikan pengajaran kepada beberapa orang anak untuk memperoleh sedikit biaya hidup. Karyanya ini membuat banyak orang mengenal dia terutama di kalangan kaum muda. Banyak pemuda diundangnya ke rumahnya. Di sana mereka berdiskusi, menyanyi, berdoa, dan kadang-kadang berlatih pidato singkat mengenai sesuatu pokok masalah tertentu. Pada mulanya tidak terlintas keinginan untuk membentuk suatu perkumpulan tetap. Tetapi kemudian mereka berkeputusan untuk membentuk suatu perkumpulan di bawah perlindungan suci Bunda Maria.
 
Karena merasakan panggilan yang kuat untuk menjadi imam, Philipus Neri kemudian masuk biara dan pada tahun 1551 ditahbiskan menjadi seorang imam. Sebagai seorang imam, ia ditugaskan di gereja San Girolamo. Bagi umatnya, Pastor Philipus Neri adalah seorang imam yang akrab, spontan, tak dapat ditebak, menyenangkan serta penuh humor. Ia juga disenangi umatnya, terutama kaum muda karena selalu berpikiran positif dengan senantiasa melihat sisi baik dari semua peristiwa, entah peristiwa gembira maupun sedih yang dialaminya.
 
Demi pertumbuhan rohani umatnya, Pastor Philipus Neri senantiasa menyediakan waktu bagi siapa saja dan kapan saja.  Ia memperhatikan mereka dan memberikan dukungan serta nasehat menurut kepentingan mereka masing-masing. Nasehat-nasehatnya itu membawa dampak yang besar sehingga berguna bagi perkembangan gereja secara menyeluruh. Pastor Philipus Neri juga amat popular sebagai seorang bapa pengakuan sebab ia pandai membaca hati orang dan memberikan penitensi yang membantu mereka berbalik dari dosa-dosa mereka. Ia membantu umatnya mengatasi kelemahan-kelemahan mereka dengan membuat mereka tertawa.
 
Melalui Pastor Philipus Neri, Tuhan sesungguhnya melakukan banyak mukjizat-Nya, sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa hidupnya merupakan rentetan mukzijat yang tidak henti.Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang dan apa yang akan terjadi atas dirinya. Untuk menyembuhkan orang dari sakitnya, cukuplah ia menyentuh orang itu. Demikian juga semua orang yang gelisah dan susah hatinya karena berbagai masalah. Ia pun sanggup memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya.
 
Semua karunia istimewah yang diterimanya ini tidak membuat Pastor Philipus Neri menjadi pribadi yang tinggi hati.  Ia tetap rendah hati dan sadar bahwa semua yang dilakukannya hanyalah untuk membawa sebanyak-banyaknya orang kepada Yesus. Oleh karena itulah, guna menghindari rasa kagum yang berlebihan dari umatnya, ia seringkali berlagak tolol. Ia pernah mengenakan pakaian yang modelnya menggelikan dan bahkan pernah suatu ketika ia mencukur separuh janggutnya sebelum pergi ke suatu pesta perjamuan yang diselenggarakan khusus untuk menghormatinya. Atau, ketika para tamu dari Polandia datang untuk bertemu dengan orang kudus yang amat popular ini, mereka malahan mendapatkannya sedang duduk mendengarkan seorang imam lain membacakan lelucon dari buku-buku humor. Philipus Neri ingin orang lain menertawakannya dan dengan segera lupa bahwa ia adalah seorang kudus. Dan kepada para pengikutnya Philipus Neri sering berpesan, “Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan.”
 
Meskipun ia seorang yang penuh humor, tetapi Philipus Neri adalah seorang mistikus yang sangat serius dalam kehidupan doanya. Ia menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk berdoa. Ia pun sering mengalami pengalaman mistik dan mudah sekali mengalami `ekstase' (keadaan orang yang sedang terpengaruh Roh Kudus, sehingga berbuat sesuatu yang luar biasa). Pengalaman mistik ini memberinya kekuatan yang luar biasa hingga ia mewartakan Tuhan dengan penuh semangat kepada semua orang. Dan jika seseorang bertanya bagaimana caranya berdoa, ia akan menjawab, “Jadilah pribadi yang rendah hati dan taat, maka Roh Kudus akan membimbingmu.”
 
Pada tanggal 25 Mei 1595, setelah menderita sakit cukup lama, Philipus Neri meninggal dunia dalam usia delapan puluh tahun. Ia dimakamkan di Chiesa Nuova. Seluruh kota Roma berduka atas kematiannya. Sebagai ungkapan syukur, Paus lalu menyatakan Philipus Neri sebagai Rasul kota Roma yang kedua sesudah Santo Petrus.
 
Pastor Philipus Neri dibeatifikasi pada tahun 1615 oleh Paus Paulus V dan dikanonisasi pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV. Pesta St Philipus Neri dirayakan oleh seluruh Gereja pada setiap tanggal 26 Mei.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Innosensius XI, Paus

Benedetto Odescalchi -demikian nama Innosensius- lahir di Como, Italia pada tanggal 19 Mei 1611. Masa pontifikatnya (1676-1689) ditandai dengan suatu perjuangan panjang lagi berat melawan campur tangan Raja Louis XIV dari Prancis (1643-1715) dalam urusan-urusan Gereja.

Renungan Harian

Mari Menjadi Saudara Yang Baik Dan Benar

Rabu, 15 Agustus 2018 - Hari Biasa
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.
BcO Za. 10:3-11:3.
warna liturgi Hijau

Saling mengoreksi seringkali menjadi hal yang tidak mudah. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidakpedulian, atau juga karena ada keengganan satu terhadap yang sama lain .