Sakramen Tobat

Pelayan: Hanya Uskup atau Imam, yang mewakili Kristus yang mengampuni dan menghapus dosa-dosa umat beriman
 
Tanda: tanda untuk sakramen ini terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh si peniten berurut-urutan mulai dari Pemeriksaan bathin dengan suatu penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, pengakuan dosa-dosa secara jujur dan terbuka, Absolusi dari pihak pelayan, dan terakhir pelaksanaan penitensi atau tindakan penyilihan atas dosa-dosa (perbaikan akibat dosa)
 
Kata-kata: Kata-kata penting adalah yang diucapkan Imam waktu memberikan absolusi, yang diakhiri dengan kata-kata “...maka saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara, demi nama Bapak dan Putera dan Roh Kudus”.
 
Yang terjadi: Tobat menyembuhkan jiwa yang terluka akibat dosa-dosa, menempatkan kembali orang yang sudah dibaptis itu ke dalam situasi rahmat dan kesatuan kembali dengan Gereja. Sakramen ini adalah suatu perjumpaan dengan Yesus yang mengampuni dosa-dosa, menyembuhkan jiwa yang terluka, dan melalui kata-kata pelayan ditunjukkan kembali jalan kepada si peniten untuk kembali ke rumah Bapak. Dengan sakramen ini semua dosa baik dosa besar maupun dosa kecil sungguh-sungguh dihapus.

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.