Sakramen Tobat

Pelayan: Hanya Uskup atau Imam, yang mewakili Kristus yang mengampuni dan menghapus dosa-dosa umat beriman
 
Tanda: tanda untuk sakramen ini terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh si peniten berurut-urutan mulai dari Pemeriksaan bathin dengan suatu penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, pengakuan dosa-dosa secara jujur dan terbuka, Absolusi dari pihak pelayan, dan terakhir pelaksanaan penitensi atau tindakan penyilihan atas dosa-dosa (perbaikan akibat dosa)
 
Kata-kata: Kata-kata penting adalah yang diucapkan Imam waktu memberikan absolusi, yang diakhiri dengan kata-kata “...maka saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara, demi nama Bapak dan Putera dan Roh Kudus”.
 
Yang terjadi: Tobat menyembuhkan jiwa yang terluka akibat dosa-dosa, menempatkan kembali orang yang sudah dibaptis itu ke dalam situasi rahmat dan kesatuan kembali dengan Gereja. Sakramen ini adalah suatu perjumpaan dengan Yesus yang mengampuni dosa-dosa, menyembuhkan jiwa yang terluka, dan melalui kata-kata pelayan ditunjukkan kembali jalan kepada si peniten untuk kembali ke rumah Bapak. Dengan sakramen ini semua dosa baik dosa besar maupun dosa kecil sungguh-sungguh dihapus.

Suara Gembala

Membangun Hidup Ekonomi Yang Bermartabat

"Oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Tit.3:5)

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Tokoh

Santo Polikarpus

Polikarpus lahir antara tahun 69 hingga 80. Ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes, saudara Yakobus; dua bersaudara, yang sangat dikasihi Yesus. Ia dibabtis menjadi seorang Kristen oleh Rasul Yohanes ketika pengikut Kristus masih sangat sedikit jumlahnya.

Renungan Harian

Hendaklah Kamu Murah Hati

Senin, 9 Maret 2020  - Hari Biasa Masa Prapaskah
Dan. 9:4b-10; Mzm. 79:8,9,11,13; Luk. 6:36-38
warna liturgi Ungu

Berlaku murah hati tidak terbatas pada kerelaan berbagi harta milik dengan sesama yang berkekurangan, namun juga tercermin dalam sikap saling mengasihi, penuh pengertian, toleransi, menerima perbedaan dan saling mengampuni.