Sakramen Tobat

Pelayan: Hanya Uskup atau Imam, yang mewakili Kristus yang mengampuni dan menghapus dosa-dosa umat beriman
 
Tanda: tanda untuk sakramen ini terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh si peniten berurut-urutan mulai dari Pemeriksaan bathin dengan suatu penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, pengakuan dosa-dosa secara jujur dan terbuka, Absolusi dari pihak pelayan, dan terakhir pelaksanaan penitensi atau tindakan penyilihan atas dosa-dosa (perbaikan akibat dosa)
 
Kata-kata: Kata-kata penting adalah yang diucapkan Imam waktu memberikan absolusi, yang diakhiri dengan kata-kata “...maka saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara, demi nama Bapak dan Putera dan Roh Kudus”.
 
Yang terjadi: Tobat menyembuhkan jiwa yang terluka akibat dosa-dosa, menempatkan kembali orang yang sudah dibaptis itu ke dalam situasi rahmat dan kesatuan kembali dengan Gereja. Sakramen ini adalah suatu perjumpaan dengan Yesus yang mengampuni dosa-dosa, menyembuhkan jiwa yang terluka, dan melalui kata-kata pelayan ditunjukkan kembali jalan kepada si peniten untuk kembali ke rumah Bapak. Dengan sakramen ini semua dosa baik dosa besar maupun dosa kecil sungguh-sungguh dihapus.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.