Sakramen Perkawinan

Pelayan: Pelayan sakramen perkawinan adalah pasangan yang menikah itu sendiri.
 
Tanda: Pasangan nikah mengucapkan janji kesepakatan nikah mereka dihadapan pelayan tertahbis (bisa Uskup, Imam atau Diakon), di hadapan para saksi dan umat beriman. Janji kesepakatan ini disertai dengan tanda-tanda lain seperti penyatuan kedua tangan dengan stola, meletakkan tangan di atas Kitab Suci dan saling mengenakan cincin.
 
Kata-kata: Kesepakatan nikah yang dinyatakan secara publik oleh pasangan nikah berbunyi antara lain: “Saya ...N... menerima ...N... menjadi istri (suami) saya dan saya berjanji tetap setia kepadanya dalam untung dan malang seumur hidup...”
 
Yang terjadi: Perkawinan adalah tanda kesatuan Kristus dan Gerejanya. Sakramen ini memberikan kepada pasangan nikah kekuatan untuk saling mencintai dengan cinta yang sama yang diberikan Kristus kepada GerejaNya, yaitu dengan saling memberi dan menerima diri, dengan cinta yang dalam dan abadi, serta terbuka kepada pengadaan keturunan. Oleh karena itu kesatuan nikah bersifat tidak terceraikan, yakni apa yang telah disatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Perkawinan bertujuan untuk kebaikan pasangan nikah, kelahiran dan pendidikan anak. Orangtua Kristen menerima tugas untuk mendidik anak-anak dalam iman kristen, melalui keteladanan dalam hidup mereka. Oleh karena itu Konsili Vatikan II menyebut keluarga-keluarga kristen sebagai Gereja domestik.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.