Sakramen Minyak Suci

Pelayan: uskup atau imam.
 
Tanda: Pelayan memulai perayaan sakramen ini dengan liturgi singkat berupa ritus tobat (kalau perlu sakramen tobat), pembacaan kutipan-kutipan dari Kitab Suci dan doa-doa singkat, lalu mengurapi dahi dan tangan si sakit dengan minyak orang sakit.
 
Kata-kata: Selama pengurapan dengan minyak, pelayan mengucapkan kata-kata: “dengan pengurapan suci ini dan karena belaskasih Tuhan, engkau dikuatkan dengan rahmat Roh Kudus dan dengan membebaskan engkau dari dosa-dosamu engkau diselamatkan, dan dalam belaskasihnya engkau diangkat.”
 
Yang terjadi: Dengan pengurapan orang sakit, Gereja mempercayakan orang-orang sakit kepada Tuhan supaya dapat menerima kekuatan di dalam penderitaan dan keselamatan. Sakramen ini menyatukan penderitaan orang sakit dengan penderitaan Kristus, menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang memampukan si sakit menerima penderitaannya tanpa putus asa dan kehilangan pengharapan sebab penderitaan membawa penebusan. Dengan sakramen ini, si sakit disadarkan bahwa dia tidak sendirian menjalani penderitaannya melainkan senantiasa ditemani dengan doa-doa Gereja. Pengurapan orang sakit juga memberikan pengampunan atas dosa-dosa yang masih ada.

Suara Gembala

Membangun Hidup Ekonomi Yang Bermartabat

"Oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Tit.3:5)

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Tokoh

Santo Polikarpus

Polikarpus lahir antara tahun 69 hingga 80. Ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes, saudara Yakobus; dua bersaudara, yang sangat dikasihi Yesus. Ia dibabtis menjadi seorang Kristen oleh Rasul Yohanes ketika pengikut Kristus masih sangat sedikit jumlahnya.

Renungan Harian

Hendaklah Pinggangmu Tetap Berikat Dan Pelitamu Tetap Menyala

Selasa, 20 Oktober 2020
Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38.
BcO Sir. 29:1-13; 31:1-4  
warna liturgi Hijau

Kewaspadaan merupakan sebuah tindakan mawas diri untuk tidak terbuai, tidak terlena atau terbenam dalam sesuatu hal yang bisa membelokkan orientasi hidup.