Sakramen Krisma

Pelayan: pelayan biasa adalah Uskup, pelayan luar biasa adalah imam yang diberi delegasi oleh uskup.
 
Tanda: pengurapan dengan minyak krisma pada dahi dari calon krisma, yang dilakukan oleh pelayan dengan cara membentuk tanda salib. Lalu diikuti dengan penumpangan tangan untuk mengundang kehadiran Roh Kudus atas orang itu. Wali krisma meletakan tangan atas bahu calon sebagai tanda pendampingan mereka selama perjalanan imannya. Pembaharuan janji baptis dibuat untuk menegaskan hubungan yang erat antara permandian dan krisma.
 
Kata-kata: Pelayan sambil mengurapi dengan minyak mengucapkan: “terimalah tanda karunia Roh Kudus.”
 
Yang terjadi: Dengan krisma dianugerahkan Roh Kudus secara khusus dengan tujuh karunianya: kebijaksanaan, intelek, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan dan takut akan Allah. Dengan ini orang kristen semakin dikuatkan kesatuannya dengan Gereja, menerima tanggungjawab untuk bersaksi tentang imannya dengan segala kekuatannya, mewartakan nilai-nilai injil melalui hidup baik di dalam keluarga maupun di tempat kerja.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santa Agatha

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur Romawi kafir mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istana untuk dijadikan sebagai isterinya.

Renungan Harian

Bekerjalah, Bukan Untuk Makanan Yang Dapat Binasa

Senin, 16 April 2018 -- Hari Biasa Pekan III Paskah (P).

Sesudah mujizat perbanyakan roti, Yesus menghindarkan diri dari orang banyak, sebab mereka hanya ingin melihat mujizat-mujizat dan tanda heran yang dilakukan-Nya.