Sakramen Imamat

Pelayan: untuk diakon dan imam, pelayannya seorang unskup. Untuk uskup, pelayannya paling kurang tiga uskup untuk menggarisbawahi kolegio episkopale (kesatuan kerja para uskup, pengganti para rasul).
 
Tanda: Uskup mengulurkan tangan ke atas calon tertahbis sambil mengundang Roh Kudus. Bagi imam, juga diadakan pengurapan tangan dengan minyak.
 
Kata-kata: Uskup pentahbis mengucapkan doa tahbisan. Bagian utama dari doa tahbisan imam adalah “Ya bapa yang maha kuasa, kami mohon berikanlah kepada hambaMu ini martabat imamat. Segarkanlah di dalam dirinya Roh Kekudusan...”
 
Yang terjadi: Pentahbisan, karena suatu rahmat khusus, menyatukan orang tertahbis kepada Kristus dan memampukan dia bertindak dalam nama Kristus. Para pelayan tertahbis dikhususkan untk melayani umat Allah. Pelayanan ini diwujudkan melalui pengajaran Injil, ibadat ilahi yaitu perayaan Ekaristi dan sakramen-sakramen lain serta kepemimpinan pastoral. Hidup murni dan selibat merupakan tanda penyerahan diri yang total kepada Allah dengan cinta yang tak terbagi dan universal. Sakramen tahbisan memiliki tiga tingkat: Tingkat tertinggi jabatan Uskup, kedua imam dan ketiga diakon. Jabatan uskup merupakan kepenuhan dan kesempurnaan jabatan imamat.

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.