Sakramen Ekaristi

Pelayan: hanya uskup atau imam.
 
Tanda: Roti dan anggur yang merupakan simbol dari hasil Bumi dan usaha manusia. Roti dan anggur ini dipersembahkan dalam Misa atau “perjamuan Tuhan” yang merupakan kenangan akan wafat dan kebangkitannya.
 
Kata-kata: dalam perayaan Ekaristi khususnya Doa Syukur Agung, Pelayan mengulurkan tangan ke atas roti dan anggur dan mengundang Roh Kudus untuk menjadikan roti dan anggur itu Tubuh dan Darah Yesus Kristus lalu selanjutnya mengucapkan kata-kata Tuhan sendiri yang ditutup dengan kata-kata “lakukanlah ini untuk mengenangkan daku”. Dengan konsekrasi maka terjadi perubahan substansi roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan seperti ini yang dikenal dengan istila “Transsubstantiatio”.
 
Yang terjadi: Ekaristi adalah perjamuan Tubuh dan Darah Kristus yang merupakan roti hidup, santapan jiwa. Dengan menyambut Roti hidup itu manusia dianugerahi bantuan khusus untuk dapat menghidupi iman secara otentik dan penuh. Sakramen ini menghadirkan puncak karya penyelamatan Allah, karena merupakan kenangan sekaligus pengaktualisasian kurban Kristus di salib demi keselamatan umat manusia. Juga merupakan sumber kehidupan kristiani sebab dengan menyantap tubuh Kristus berarti menyatukan diri dengan Kristus, sumber keselamatan. Ekaristi juga adalah sumber kesatuan umat kristen dan ikatan kasih antar umat dalam dan dengan Kristus.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Ignasius dari Antiokia,

Ignasius adalah murid Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Bagi Yohanes, Ignasius adalah murid yang mengesankan: ia pandai, saleh dan bijaksana. Oleh karena itu ia kemudian diangkat menjadi Uskup Antiokia.

Renungan Harian

Tetaplah Berbuat Baik

Rabu, 17 Oktober 2018
Pw S. Ignasius dr Antiokhia, UskMrt (M).
BcE Gal. 5:18-25;
Mzm. 1:1-2,3,4,6;
Luk. 11:42-46; atau dr RUybs.
BcO Sir. 15:11-20.

Tentulah kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.