Sakramen Baptis

Pelayan: pelayan biasa adalah Uskup, Imam dan Diakon. Dalam keadaan bahaya mati, setiap orang (baik yang dibaptis maupun tidak) dapat melayani sakramen Baptis karena Baptis penting untuk keselamatan manusia. Baptis bukan kegiatan manusia melainkan Tuhan, yang penting pelayan bertindak seturut intensi / apa yang dikehendaki Gereja.
 
Tanda: pelayan menuangkan air di kepala orang yang dibaptis sebanyak tiga kali, lalu diurapi dahinya dengan minyak krisma (tanda kesatuannya dalam imamat Kristus). Dapat juga dilaksanakan dengan cara membenamkan orang ke dalam air sebanyak tiga kali. Kehadiran wali baptis bertujuan membantu keluarga dalam menuntun orang yang baru dibaptis ke dalam perjalanan imannya.
 
Kata-kata: Pelayan sambil menuangkan air ke atas kepala orang yang dibaptis mengucapkan : “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus”.
 
Yang terjadi: Orang yang dibaptis menjadi anak Allah, dosa-dosanya dihapus baik dosa asal maupun dosa-dosa pribadi. Ciptaan lama (yang adalah korban dari dosa) dikuburkan (tanda pembenaman ke dalam air / penuangan air) dan lahir manusia baru karena karya Roh Kudus. Dimakamkan bersama Kristus (pembenaman ke dalam air / penuangan dengan air) lalu bangkit bersama Kristus (bangkit dari dalam air, sela penuangan air). Sakramen ini juga menyatukan manusia pada Kristus dan tubuhNya yaitu Gereja dan berpartisipasi dalam imamat umum umat beriman. Karena kesatuan dengan Gereja, maka sebaiknya dibaptis di gereja Paroki (atau gereja Stasi tempat perkumpulan jemaat).

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Innosensius XI, Paus

Benedetto Odescalchi -demikian nama Innosensius- lahir di Como, Italia pada tanggal 19 Mei 1611. Masa pontifikatnya (1676-1689) ditandai dengan suatu perjuangan panjang lagi berat melawan campur tangan Raja Louis XIV dari Prancis (1643-1715) dalam urusan-urusan Gereja.

Renungan Harian

Mari Menjadi Saudara Yang Baik Dan Benar

Rabu, 15 Agustus 2018 - Hari Biasa
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.
BcO Za. 10:3-11:3.
warna liturgi Hijau

Saling mengoreksi seringkali menjadi hal yang tidak mudah. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidakpedulian, atau juga karena ada keengganan satu terhadap yang sama lain .