Sakramen Baptis

Pelayan: pelayan biasa adalah Uskup, Imam dan Diakon. Dalam keadaan bahaya mati, setiap orang (baik yang dibaptis maupun tidak) dapat melayani sakramen Baptis karena Baptis penting untuk keselamatan manusia. Baptis bukan kegiatan manusia melainkan Tuhan, yang penting pelayan bertindak seturut intensi / apa yang dikehendaki Gereja.
 
Tanda: pelayan menuangkan air di kepala orang yang dibaptis sebanyak tiga kali, lalu diurapi dahinya dengan minyak krisma (tanda kesatuannya dalam imamat Kristus). Dapat juga dilaksanakan dengan cara membenamkan orang ke dalam air sebanyak tiga kali. Kehadiran wali baptis bertujuan membantu keluarga dalam menuntun orang yang baru dibaptis ke dalam perjalanan imannya.
 
Kata-kata: Pelayan sambil menuangkan air ke atas kepala orang yang dibaptis mengucapkan : “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus”.
 
Yang terjadi: Orang yang dibaptis menjadi anak Allah, dosa-dosanya dihapus baik dosa asal maupun dosa-dosa pribadi. Ciptaan lama (yang adalah korban dari dosa) dikuburkan (tanda pembenaman ke dalam air / penuangan air) dan lahir manusia baru karena karya Roh Kudus. Dimakamkan bersama Kristus (pembenaman ke dalam air / penuangan dengan air) lalu bangkit bersama Kristus (bangkit dari dalam air, sela penuangan air). Sakramen ini juga menyatukan manusia pada Kristus dan tubuhNya yaitu Gereja dan berpartisipasi dalam imamat umum umat beriman. Karena kesatuan dengan Gereja, maka sebaiknya dibaptis di gereja Paroki (atau gereja Stasi tempat perkumpulan jemaat).

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.