Sakramen

PENGERTIAN UMUM

  • Apa itu Sakramen? Sakramen adalah tanda-tanda yang berdayaguna mendatangkan rahmat. Boleh dikatakan tanda-tanda cinta Allah, karena melaluinya keselamatan manusia dihadirkan. Keselamatan itu dicapai dalam kesatuan dengan Tuhan dan sesama. Sakramen-sakramen merealisasikan kesatuan dengan Allah dan sesama. Allah sangat mencintai manusia sehingga mengutus PuteraNya yang tunggal menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Yesus yang pernah hidup di dunia sebagai manusia, mewartakan Injil, memaklumkan kedatangan Kerajaan Allah, kemudian meninggalkan sakramen-sakramen dalam Gereja sebagai tanda-tanda berdayaguna mendatangkan rahmat. Melalui sakramen-sakramen tersebut Kristus sendiri masih bertindak di dunia ini untuk menyelamatkan banyak orang dari segala tempat dan zaman. Unsur-unsur yang membentuk sakramen terdiri atas dua bagian: 1) Bahan dan tindakan  yang dapat dilihat, diraba, dirasakan dan dialami, 2) Rumusan kata-kata yang menyertai tindakan tersebut.
  • Apa saja yang disebut sakramen? Gereja disebut sakramen universal keselamatan, di dalamnya dijalankan tujuh sakramen: Baptis, Krisma, Ekaristi, Rekonsiliasi / tobat, Pengurapan orang sakit, Imamat dan Perkawinan. Dari ketujuh sakramen itu dibedakan atas Sakramen majore (Baptis dan Ekaristi) dan Sakramen minore (kelima sakramen lainnya). Baptis penting karena merupakan sakramen yang menentukan identitas seorang Kristen, Ekaristi penting karena terdapat kehadiran riil Kristus dalam rupa roti dan anggur dan melalui Ekaristi semua sakramen lain direalisasikan. Sakramen dibedakan atas tiga kelompok: I. Sakramen inisiasi Kristen (Baptis, Krisma dan Ekaristi), II. Sakramen penyembuhan (Tobat dan pengurapan orang sakit) dan III. Sakramen Pelayanan khusus dalam Gereja (Imamat dan Perkawinan). Ada tiga sakramen yang disebut Sakramen karakter (Baptis, krisma dan Imamat) artinya “dimeteraikan” dalam jiwa si penerima sehingga hanya diterima sekali untuk selama-lamanya.
  • Apa yang terjadi dalam penerimaan sakramen-sakramen? Sakramen menghasilkan pengudusan orang-orang kristen dan menciptakan komunitas Gereja. Rahmat yang dihasilkan disebut rahmat sakramental. Sakramen-sakramen bergiat “ex opere operato” (menurut karya yang dikerjakan) yaitu bila sakramen dijalankan dengan benar sesuai peraturan Gereja, sakramen itu mendatangkan rahmat karena merupakan kegiatan Allah sendiri, terlepas dari disposisi si pelayan. Jadi bukan pertama-tama “ex opere operantis”(dari karya si pelaksana / pelayan). Tetapi sakramen menuntut iman dari si pelayan (mempunyai intensi menjalankan apa yang dikehendaki Gereja) dan si penerima (memahami apa yang diterimanya dan mengimaninya sebagaimana diimani Gereja). Dengan demikian maka sakramen dapat menumbuhkan iman, selain menganugerahkan rahmat pengudusan.
  • Materi, tindakan  dan forma:

Materi terdiri atas materia remota (yaitu bahan yang digunakan) dan materia proxima (tindakan yang dijalankan), sedangkan forma adalah doa atau kata-kata yang diucapkan menyertai tindakan sakramen. Untuk perkawinan dan tobat tidak ada materia remota tetapi disebut quasi materia.

  • Permandian/ baptis: materia air alamiah, tindakan, penuangan air tiga kali di kepala (bisa juga pembenaman 3x ke dalam air), forma harus rumusan trinitaris.
  • Ekaristi, materia roti dan anggur, tindakan penumpangan tangan atas roti dan anggur, forma kata-kata konsekrasi.
  • Krisma, materia minyak krisma, tindakan pengurapan dengan minyak dan penumpangan tangan, forma doa pencurahan Roh Kudus.
  • Pengurapan orang sakit/ minyak suci, materia minyak pengurapan, tindakan pengurapan, forma: doa yang menyertai pengurapan.
  • Tobat: Quasi materia: pemeriksaan bathin dan penyesalan, pengakuan dosa, penitensi. Tindakan, penumpangan tangan dan berkat, forma, kata-kata absolusi.
  • Pentahbisan/ imamat, materia minyak pengurapan, tindakan penumpangan tangan dan pengurapan dengan minyak, forma doa tahbisan.
  • Perkawinan: Quasi materia: kesepakatan nikah dari pasangan nikah, tindakan (bervariasi: penyatuan dua tangan dengan stola, meletakkan kedua tangan di atas Alkitab), forma janji nikah yang diucapkan pasangan nikah disaksikan pelayan.

 
PENJELASAN TENTANG KATEGORI SAKRAMEN

  • Sakramen-sakramen inisiasi

(Inisiasi = dimasukkan ke dalam / menjadi anggota). Baptis, krisma dan Ekaristi membentuk dasar dari kehidupan Kristen karena menghantar manusia ke dalam misteri Kristus. Dengan pembaptisan seorang menjadi kristen, memasuki kehidupan baru dalam Kristus dan dalam Gereja. Krisma mendewasakan kehidupan beriman dan kesatuan dengan Kristus melalui anugerah Roh Kudus. Ekaristi merupakan kesempurnaan inisiasi Kristen karena melalui penerimaan Ekaristi, si terbaptis merealisasikan kesatuan dengan Kristus dan senantiasa menguatkan dan menghidupkan imannya.

  • Sakramen-sakramen penyembuhan

Sakramen tobat dan pengurapan orang sakit disebut sakramen penyembuhan karena menyembuhkan jiwa dari luka-luka akibat dosa yang telah merusak cinta kasih dan kesatuan di antara kaum beriman, juga memberi kekuatan di dalam penderitaan. Disebut juga sakramen belas-kasih Allah yang menolong manusia untuk kembali hidup dalam damai dengan Tuhan dan sesama. Pengurapan orang sakit merupakan sakramen pengharapan yang memberi kekuatan dalam sakit, membantu orang untuk mengatasi penderitaan atau mengubahnya dengan memberi makna baru yaitu kesatuan dengan penderitaan Kristus yang menebus.

  • Sakramen Pelayanan Khusus dalam Gereja

Imamat dan perkawinan ditujukan untuk suatu pelayanan dan keselamatan bagi sesama manusia karena itu kedua sakramen ini saling berhubungan satu sama lain. Orang yang ditahbiskan memiliki pelayan, seluruh hidupnya diabdikan bagi pelayanan bagi sesama. Melalui sakramen perkawinan, suami-istri saling memberi diri satu sama lain, membentuk keluarga yang merupakan sumber dari relasi kemanusiaan dan basis dari masyarakat dan gereja.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.