Pesan Natal 2020 dari Uskup Agung Kupang

“Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus” (1Ptr.4:11)
 
Saudara-saudari terkasih,
 
Pada tahun ini, kita merayakan Natal di tengah merebaknya corona virus. Kejadian yang memprihatinkan ini membawa dampak pada seluruh perjalanan hidup manusia. Semua orang merasakan kegelisahan,bahkan ketakutan, dalam menjalani hidup di tengah pandemic yang menghantui seluruh kegiatan hidupnya. Semua dipanggil untuk membangun kebersamaan berjarak demi menghindari penularan corona virus dalam bingkai protocol kesehatan yang berlaku. Masing-masing orang menjaga kebersihan dan kesehatan, agar tercipta suatu lingkungan hidup yang bersih dan sehat dalam kasih karunia Allah.
 
Kenangan akan kelahiran Yesus Kristus selalu mewartakan khabar gembira bagi umat yang percaya dan menyadarkan Kembali perutusan untuk berbagi kegembiraan dengan siapa saja. Yesus datang dan lahir di tengah kehidupan social yang rawan. Yesus sendiri lahir dengan keadaan papa di daerah pinggiran, di mana hanya  bermukim gembala-gembala ternak. Namun, dalam kesederhaan ini kelahiran-Nya menarik perhatian banyak orang sekitar. Para gembala datang menjenguk anak Yesus yang baru lahir, sesudah mereka mendengarkan warta sukacita malaikat: “Jangan takut,  sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud” (Lk.2:9-10).
 
Pada saat ini, kita berhadapan dengan pelbagai kesulitan hidup: pembatasan bergerak, hilangnya pekerjaan, sekolah daring dengan dampak biaya hidup meningkat, larangan berkerumun, pendapatan keluarga menurun, lapangan kerja langka, kaum muda merasa terkekang, perayaan iman terkendala, pelayanan sakramen terbatas, pelayanan publik melambat, dll. Kenyataan yang memprihatinkan ini memperlambat kegiatan social ekonomi hingga kemunduran kehidupan ekonomi semakin nyata. Keamanan pangan manusia pun mengalami penurunan akibat berkurangnya sumberdaya dalam proses pengadaan pangan akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Dunia kita berada dalam kedaruratan yang tidak terduga, sehingga kegembiraan hidup memudar dalam ketidakpastian yang menyebar.
 
Perayaan Natal 2020 mengajak kita untuk membarui lagi semangat kebersamaan demi melahirkan secara baru lingkungan hidup kita, di mana peradaban baru boleh berkembang berkelanjutan secara manusiawi. Sebagaimana teladan Yesus, kita perlu belajar Kembali untuk peduli sesama secara baik dan benar dalam bingkai peradaban kasih. Dalam lingkungan hidup yang penuh kasih, kita dapat membangun Kembali peradaban manusiawi di mana martabat seseorang mendapat penghargaan dan penghormatan semestinya. Seperti Yesus berbagi kasih dari Bapa-Nya, demikian juga kita harus berbagi kasih dengan sesame demi kebaikan bersama.
 
Dengan demikian, ditengah kesulitan hidup, umat beriman Kristiani tetap berbagi kegembiraan Natal sebagai pesan yang membawa kesejukan dan kesegaran dalam menapaki perjalanan hidup sehari-hari. “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lk.2:14).
 
Pada masa Natal ini, kita mohon rahmat Tuhan, agar lingkungan hidup kita berangsur-angsur pulih kembali, sebagaimana Yesus lahir untuk memulihkan hubungan antara Allah dan manusia. Perubahan sosial mendorong umat beriman untuk berani menjalani peradaban baru,di mana gaya hidup kita bergerak dalam keselarasan yang menyuburkan keseimbangan keutuhan ciptaan demi kemaslahatan bersama. Kita sadar Kembali bahwa dunia kita memerlukan kerja sama yang kreatif dan efektif demi pertumbuhan sosial yang semakin tersedia untuk membangun peradaban kasih. Dalam bingkai peradaban baru ini, kita mampu bergerak bersama untuk bersyukur atas kehadiranTuhan dalam menghadapi tantangan hidup baru. Kenangan akan kelahiran Yesus senantiasa membuka peluang bagi umat Kristiani untuk membarui tekad perjuangan dalam membangun kerukunan hidup yang dinamis dan terbuka bagi siapa saja. Rasul Petrus berkata: “Siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus”(1Ptr.1:13).
 
Kita merayakan Natal dalam keluarga masing-masing sebagai Gereja Rumah Tangga, di mana kasih saying Tuhan hadir sepenuhnya dan seutuhnya. Kita merayakan kelahiran Yesus dengan hikmat dalam keluarga kita, karena kita juga lahir dalam keilahian Yesus Kristus. Kita diperkenankan Tuhan masuk ke dalam hidup ilahi-Nya di dalam kerendahan hati Yesus Kristus yang sudi menjadi manusia seperti kita “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji­janji berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia” (2Ptr.1:4).
 
Oleh karena itu, marilah kita saling mengahaturkan “Selamat Hari Raya Natal” dengan tekad bulat untuk memulihkan kembali lingkungan hidup yang bersih dan sehat dalam bingkai solidaritas keutuhan hidup yang berkelanjutan secara manusiawi. Kita merayakan Natal dalam kepatuhan protokol kesehatan, tanpa kerumunan perayaan natal sebagaimana biasanya. Semoga demikian.
 
Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
.
Kupang, 10 Desember 2020
Salam Hormat dan Berkat Natal
Mgr.PetrusTurang

Suara Gembala

Pesan Paskah 2021 dari Uskup Agung Kupang

“Kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara yang diatas, di mana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah” (Kol 3:1)
 
Saudara-saudari terkasih: Umat Katolik se-Keuskupan Agung Kupang,

Tokoh

Santo Polikarpus

Polikarpus lahir antara tahun 69 hingga 80. Ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes, saudara Yakobus; dua bersaudara, yang sangat dikasihi Yesus. Ia dibabtis menjadi seorang Kristen oleh Rasul Yohanes ketika pengikut Kristus masih sangat sedikit jumlahnya.

Renungan Harian

Kamu Telah Menerima Dengan Cuma-Cuma

Sabtu, 5 Desember 2020 -- Hari Biasa Pekan I Adven

Yesus dalam Injil hari ini dikisahkan berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Dan ketika melihat orang banyak, hatinya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka.