Paroki Sta. Maria Mater Dolorosa - Soe

Nama : Paroki Santa Maria Dolorosa Soe
Tahun berdiri : 1933
Jumlah Umat : ± 8000 jiwa
Jumlah Kapela : 12Kapela
Jumlah Wilayah : 13 Wilayah
Jumlah KUB : 72KUB
Pastor Paroki pertama : Pastor Vincent Lechovic, SVD
Pastor Paroki sekarang : Pastor Dagobertus Sota Ringgi, SVD
Alamat : Jln. Tompelo SoE
 
SEJARAH SINGKAT
Tulisan singkat gereja katholik Paroki Santa Maria Dolorosa SoE merupakan salah satu bukti nyata akan Karya Agung Allah di Pulau Timor khususnya wilayah Timor Tengah Selatan. Tahun 1933 menjadi titik awal karena pada tahun ini dimulai interaksi umat perdana dengan Pastor Jacobus Pessers, SVD yang memungkinkan pelayanan iman katholik berpijak dan merupakan kenyataan sejarah yang indah. Meskipun jumlah orang katholik masih sedikit tetapi mereka sanggup membangun iman dengan perwujudannya melalui doa, perayaan, dan pengorganiisasian dan mengikuti panggilan khusus gerejani.
Gereja Santa Maria Dolorosa berada di pusat kota SoE. Wilayah  pelayanan Paroki Santa Maria Dolorosa SoE sejak berdiri hingga tahun 2013 terbagi dalam 5 periode.
 
Periode 1933 – 1962
Sebelum menjadi paroki pada tahun 1953, pelayanan gereja katolik di Timor Tengah Selatan berstatus sebagai stasi dari paroki Noemuti Timor Tengah Utara kemudian Paroki Kristus Raja Kupang. Mengingat sebagai stasi maka pelayanan gereja katolik meliputi seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pada periode awal ini umat yang tersebar di berbagai kampung mendapat pelayanan dari para pastor SVD yang datang dari Nenuk Atambua maupun dari Kupang. Namun Pelayanan pada periode awal masih terbatas di sekitar SoE mengingat jumlah umat katolik masa itu masih sangat minoritas. Periode setelah tahun 1953 wilayah pelayanan mencakup seluruh Timor Tengah Selatan. Wilayah pelayanan meliputi : Sekitar SoE (Oeniupsai, Aeleupah, Oebesa, Meokono, Sonapolen), Benlutu, Boentuka, Fatumetan, Batu Putih, Bokong, Nusa, Niki-Niki, Oebesi Kapan, Oehala, Noelius (Mollo), Wilayah Amanatun seperti Toi, Nenu, Enobesa dan Putain. Selanjutnya Oebelo-Noemuke, Panite, Kakan, dan Binaus.
 
Periode Juli 1962 – Maret 1968
Pada periode ini wilayah pelayanan Paroki SoE tidak lagi mengcover kawasan Amanuban Tengah dan Amanatun. Kawasan Amanuban Tengah sampai Amanatun telah menjadi bagian dari Paroki Arnoldus Janssen Yoseph Freinademetz (Aryos) Niki-Niki yang berdiri sejak Juli 1962 dengan pastor pioner Cornelis Kooy, SVD. Tempat-tempat pelayanan Paroki Santa Maria Dolorosa SoE meliputi : sekitar SoE (SoE, Batu Putih, Bokong, Oebesi Kapan, Oehala, Noelius(Mollo), Nuapin, Oebelo-Noemuke, Panite, Oebobo, Naip, Kakan, Taum-Sekau, Binaus, Lenoas, Fatumutin, dan Sio (Siolais).
 
Periode Maret 1968 – 1995
Pada periode ini wilayah pelayanan paroki SoE tidak lagi meliputi kawasan Mollo bagian Utara karena pada Maret 1968 Pastor Erich Bronig, SVD sudah menetap di Kapan dan memulai Paroki di sana. Paroki baru untuk Mollo bagian Utara diberi nama Santa Maria Immaculata Kapan. Dengan demikian pelayanan paroki SoE meliputi : sekitar SoE (SoE, Oeniupsai, Aeleupah, Oebesa, Meokono, Nonohonis, Sonapolen, Mnelafau), Oehala, Tfukolo-Haumenibaki, Beskelo, Benlutu, Hane, Netbaki, Panmolo, Tubuneke, Taetimu, Ekanaek, Oenunu, Boentuka, Fatumetan, Batu Putih, Bokong, Oehala, Oebelo-Noemuke, Maiskolen, Panite, Linamnutu, Tuakole, Oebobo, Oehani, Nunusunu, Oehun, Bidau, Bitan, Aisio, Tuamfaum, Oetaman, Putan, Kusi, Naip, Kakan, Taum-Sekau, Binaus, Lenoas, Oenaek, Fatumutin, Seohau, Sio(Siolais), Babuin,Nunab, Kuanfatu, Nifununa, Enopapi, dan Nebanu-Basmuti. Data April 1989 : masa akhir kepemimpinan Romo Piet Olin, Pr; luas paroki 1.174.1 km2; ada 30 kapela dan 15 kelompok umat basis di pusat paroki. Jumlah umat 10.950 jiwa.
 
Periode 1995 – Januari 2002
Pada periode ini wilayah pelayanan Paroki Santa Maria Dolorosa SoE tidak lagi meliputi kawasan Amanuban bagian Selatan. Berhentinya pelayanan di wilayah itu seiring terbentuknya Paroki St. Theresia Kanak-kanak Yesus Penite. Oleh karena itu wilayah pelayanan Paroki SoE semakin kecil dengan meliputi sejumlah tempat antara lain : sekitar SoE (SoE, Oeniupsai, Aeleupah, Oebesa, Meokono, Nonohonis, Sonapolen, Mnelafau), Tfukolo-Haumenibaki, Beskelo, Benlutu, Hane, Nekbaki, Panmolo, Taetimu, Ekanaek, Oenunu, Boentuka, Fatumetan, Lenoas, Oenaek, Seohau, Sio(Siolais), Babuin, Nunab, dan Nifununa.
 
Periode 2002 – 2013
Selanjutnya pada periode ini wilayah pelayanan Paroki Santa Maria Dolorosa SoE tidak lagi meliputi kawasan Mollo bagian Selatan karena pada 14 Februari 2002 terbentuk Paroki SantoVinsensius Benlutu. Dengan demikian wilayah pelayanan Paroki SoE hanya mencover sejumlah wilayah, kelompok umat basis dan 2 stasi. Kedua stasi yakniStasi Seohau dengan cakupan : Kapela Seohau, Oenaek, dan Lenoas. Lalu Stasi Siolais dengan cakupan : Kapela Siolais, Nunab, Babuin, Eonana dan Nifununa. Di pusat paroki keadaan per Januari 2012 terdapat 48 KUB dan 13 wilayah serta Kapela Nonohonis, Menelafau, Beskelo, dan Tfukolo. Jumlah umat paroki 8230 jiwa dan 1782 KK.
 
Para Gembala Di Paroki SoE
Mengikuti perjalanan Gereja Katolik Paroki SoE tidak terpisahkan dari kehadiran para pastor yang berkarya dari waktu ke waktu. Mereka datang dari berbagai negara dan daerah telah memberi sentuhan kasih tak ternilai yang memungkinkan gereja terus ada dan bergema hingga saat ini.
 
a. Pastor Vincent Lechovic, SVD
Pastor Vincent Lechovic, SVD biasa disapa Pastor Leko terbilang pastor paling lama bertugas di Paroki SoE. Sosok gembala kelahiran Chekoslawakia. Mulai melangkah di SoE pada 21 Maret 1953. Meski dalam keterbatasan namun Pater Leko memulai dari apa yang ada, oleh semangat kerjanya itu tanggal 8 September 1953 Stasi SoE berubah status menjadi paroki dengan nama pelindung Santa Maria Dolorosa. Pater Leko berkarya melewati 3 periode pelayanan yaitu periode pertama 1953-1956, kedua 1962-1966, ketiga 1969-1979.
 
b. Pastor Cornelis Kooy, SVD
Pastor Cornelis Kooy, SVD bertugas di Paroki SoE terhitung 29 April 1956 sampai 25 Juli 1962. Beliau lahir di Hoom Haarlem Belanda 15 Mei 1917 dan meninggal pada tanggal 17 Agustus 1995.
 
c. Pastor Tadeus Bartkowiak, SVD
Pastor Tadeus Bartkowiak, SVD bertugas di Paroki SoE sejak 15 April 1966 sampai 08 Februari 1967. Gembala kelahiran Polandia 13 Agustus 1935 setelah bertugas di SoE Pastor Tadeus berpindah tugas ke Seminari Menengah Lalian Belu. Beliau meninggal pada 07 Agustus 1986.
 
d. Pastor Hieronimus Djosef Sonbai, SVD
Pastor Hieronimus Djosef Sonbai, SVD merupakan pastor pribumi pertama yang bertugas di paroki SoE. Pastor Sonbai bertugas di Paroki SoE terhitung 16 Desember 1966 sampai Juni 1967 dan menjabat sebagai pastor Paroki. Beliau meninggal dunia pada 11 Mei 1988 di Kupang.
 
e. Pastor Piet Konijn, SVD
Pastor Piet Konijn, SVD mulai bertugas di Paroki SoE terhitung awal Agustus 1967 sampai 17 Agustus 1969. Karya monumental yang dirilis Pater Konijn pada awal tahun 1969 adalah memulai Sekolah Katolik di Siolais yang bertahan hingga saat ini.
 
f. Romo Piet Olin, Pr
Romo Piet Olin, Pr adalah imam kelahiran Oeolo Timor Tengah Utara ini merupakan imam projo pertama menjabat Pastor Paroki di Soe. Bertugas sebagai pastor Paroki SoE terhitung dari 01 September 1980 sampai Mei 1989.
 
g. Romo Laurensius Riberu, Pr
Imam Keuskupan Agung Kupang terhitung sejak Mei 1989 sampai Oktober 1992 menjadi Pastor Paroki SoE.
 
h. Pastor Yulius Bere, SVD
Imam kelahiran Manumean Belu 01 Mei 1940 ini menjalani karya imamat di Paroki SoE terhitung November 1993 sampai Maret 1999. Pada masanya berlangsung peresmian gedung gereja paroki, diberkati oleh Yang Mulia Mgr. Gregorius Monteiro, SVD dan diresmikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Herman Musakabe pada 27 November 1994.
 
i. Pastor Simon Suni, SVD
Pastor Simon Suni, SVD menjabat Pastor Paroki Santa Maria Dolorosa SoE terhitung Maret 1999 sampai Februari 2003. Setelah berkarya selama 4 tahun beliau berpindah tugas ke Paroki Bunda Orang Miskin Noelmina Kabupaten Kupang.
 
j. Pastor Sebast Wadjang, SVD
Pastor kelahiran Manggarai Timur Flores bertugas sebagai pastor paroki terhitung April 2003 sampai 03 Agustus 2008.
 
k. Pastor Dagobertus Sota Ringgi, SVD
Pastor kelahiran Paga Kabupaten Sikka Flores menjabat Pastor Paroki SoE terhitung 03 Agustus 2008 hingga saat ini.
 
Demografis
Di masa awal seluruh Timor Tengah Selatan hanya ada satu paroki yaitu Santa Maria Dolorosa SoE. Mengingat kapela-kapela telah banyak berdiri dan betapa luasnya wilayah pelayanan, maka pemekaran paroki pun tidak terhindarkan. Di paroki SoE sendiri hingga Desember 2013 terdapat 12 kapela, 13 wilayah dan 72 kelompok umat basis. Jumlah umat mencapai 8000-an.
 
Kapela – Kapela yang termasuk dalam wilayah Paroki Santa Maria Dolorosa SoE :
1. Kapela Siolais di desa Siolais Kecamatan Kuanfatu
Pembangunan Kapela Siolais selesai dan diresmikan pada September 2001 oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Pr. Pada Maret 2012  Uskup Agung Kupang mengumumkan secara resmi Stasi Siolais mendapatkan pastor menetap sebagai persiapan menuju paroki mandiri. Pastor pertama yang bertugas adalah Romo Yoseph Binsasi, Pr.
 
2. Kapela Seohau Desa Oeekam Kecamatan Noebeba
Kapela Seohau diresmikan pada tanggal 24 Februari 1967.  Pada bulan Agustus 1983 seijin Pastor Paroki SoE Romo Piet Olin, Pr kapela berpindah tempat dari Soehau ke Konleu, alasan pindah karena kapela di Soehau ludes terbakar api.
 
3. Kapela Oenaek Desa Oepliki Kecamatan Noebeba
Kapela St. Petrus Rasul Oenaek dibangun sejak Mei 1975 dari bahan lokal, tahun 1996 bangunan kapela dari bahan lokal diganti secara permanen. Seiring bertambahnya umat maka pada tahun 2011 mulai diadakan pemekaran bangunan gereja.
 
4. Kapela Santo Rafael Lenoas Desa Oepliki Kecamatan Noebeba
 
5. Kapela Santa Maria Immaculata Nunab Desa Oeekam Kecamatan Amanuban Tengah
Peletakan batu perdana berlangsung pada 30 April 2008 yang dipimpin oleh Pastor Sebastianus Wadjang, SVD. Kapela kemudian diberkati oleh Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Pr dan diresmikan oleh wakil bupati Timor Tengah Selatan Benny Litelnoni, Msi pada 22 September 2009.
 
6. Kapela Santo Arnoldus Janssen Babuin Desa Babuin Kecamatan Kolbano
Kapela pertama berdiri pada tahun 1979 dan pada tahun 2006 dimulai pengerjaan kapela permanen. Pembangunan terus berlanjut hingga selesai dan diberkati oleh Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Pr serta diresmikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan Paul VR Mella pada 21 September 2009.
 
7. Kapela Santo Andreas Eonana Desa Olais Kecamatan Kuanfatu
Kapela pertama dibangun dari bahan lokal pada 5 Oktober 2002. Pada tahun 2007 dimulai dengan pembangunan kapela permanen.
 
8. Kapela Santo Yohanes Nifununa Desa Lasi Kecamatan Kuanfatu
 
9. Kapela Santo Antonius Claret Beskelo Desa Oinlasi Kecamatan Mollo Selatan
Pada tahun 1979 Romo Piet Olin, Pr merestui pendirian rumah doa di Beskelo, dengan bertambahnya umat maka pada tahun 1999 Pastor Paroki SoE Simon Suni, SVD merestui pendirian kapela.
 
10. Kapela Santo Yoseph Freinademetz Tfukolo Desa Haumenibaki Amanuban Barat
Pembangunan kapela dimulai pada tahun 1997 dan pemberkatan kapela dilakukan oleh Pastor Paroki Simon Suni, SVD. Pembangunan kapela dilanjutkan pada tahun 2011 dan tahun 2012 di masa kepemimpinan Pastor Dagobertus Sota Ringgi, SVD.
 
11. Kapela Santo Vinsensius Nonohonis
 
12. Kapela Santo Kornelis Mnelafau
 
13. Rumah Doa Santa Agnes Oenasi
Sejak tahun 1967 berlangsung pelayanan misa kepada umat Oenasi oleh Paastor dari Paroki Santa Maria Dolorosa SoE. Seiring waktu berlalu, selain menjadi tempat pelayanan sakramen, rumah doa Santa Agnes juga menjadi tempat kegiatan bagi Legio Maria.

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.