Paroki Sta. Maria Immaculata - Kapan

Nama                                    : Paroki Sta. Maria Immaculata
Tahun berdiri                       : 08 September 1967
Jumlah Umat                       : 6.500 jiwa
Jumlah KK                           :  ±1300KK
Jumlah KUB                        : 8KUB
Jumlah Stasi                        : 16 Stasi
Pastor Paroki pertama       : P.Erik Breuning, SVD
Pastor Paroki sekarang     : Rm. Antonius Sutarjo Duka, Pr
Alamat                                  : Molo Utara Kapan Timor Tengah Selatan
 
SEJARAH SINGKAT
Wilayah Kapan pada awal kemerdekaan hanya berkembang satu agama yaitu agama protestan. Pada tahun 1950 datanglah seorang tokoh dari Maumere yang membawa nilai-nilai iman katolik. Beliau beserta keluarganya mempelopori berdirinya stasi pusat dengan menumbuhkan nilai-nilai rohani. Berkat usaha Alm. Bapak Alexander Oematan maka mereka diberi ijin untuk menjadikan rumah beliau sebagai tempat ibadah bagi umat katolik.
 
Pada tahun 1952 sebagian kecil masyarakat Kualeu yang beragama Kristen Protestan tergerak hati untuk masuk agama katolik. Dengan semangat umat bersama Alm. Bapak Alexander secara bersama-sama mereka mendirikan sekolah dasar katolik tepat pada tanggal 1 Agustus 1962 yaitu SDK Yaswari Kualeu. Pelayanan sakramen tidak bisa dilakukan karena belum ada para pastor yang melayani, pelayanan sakramen dilakukan di Soe. Walaupun tidak ada pelayanan sakramen tetapi kegiatan pembinaan iman tetap berjalan.
 
Pada tahun 1960 diadakan pembangunan kapela di Kapan sekaligus membangun sebuah Gua Maria Ratu Damai sebagai pelindung kapela Kapan. Pada tahun 1992 untuk pertama kalinya diadakan perayaan Ekaristi sekaligus perayaan penerimaan sakramen krisma oleh Yang Mulia Mgr. Thodorus Sulama yang adalah Uskup Atambua. Peristiwa ini menjadi pengalaman iman yang tercatat dalam sejarah bagi umat di kapela Kapan.
 
Pada tahun 1963 sampai 1964 jumlah umat Katolik di kapela Kapan bertambah banyak dan simpatisan dari gereja muda bergabung menjadi umat katolik di kapela Kapan. Pada tanggal 8 September 1967 secara resmi berdirilah paroki Kapan dengan mengambil nama pelindung paroki yaitu Santa Maria Immaculata Kapan dan diresmikan oleh Pastor Erik Brevik, SVD.
 
Imam-imam yang melayani sejak masuknya agama katolik di Kapan :

  1. Pastor Vinsent Lekovic, SVD          
  2. Pastor Jan Kersten, SVD                  
  3. Pastor Kornelis Kooy, SVD
  4. Pastor Hironimus Sonbai, SVD        
  5. Pastor Pasto P. Konai, SVD             
  6. Pastor Tadeus Bartehobiack, SVD   

 
Pastor-pastor paroki Santa Maria Immaculata :

  1. Pastor Erik Breuning, SVD (1967 – 1971)
  2. Pastor Vinsent Besin, SVD (1971 – 1974)
  3. Pastor Blasius Fernandez, SVD (1974 – 1985)
  4. Pastor Wilem Laga Ujan, SVD (1985 – 1988)
  5. Pastor Justinus Tegu Wona, SVD (1988 – 1997)
  6. Romo Agustinus Pareira, Pr (1997 – 1998)
  7. Romo Dominikus Faot, Pr (1998 – 2001)
  8. Romo Alosius Lake, Pr (2001 – 2008)
  9. Romo Antonius Sutarjo Duka, Pr (2008 – sekarang)

 
Secara Geografis, Paroki Santa maria Immaculata Kapan dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Sebelah Timur             : berbatasan dengan Paroki Eban
  • Sebelah Barat              : berbatasan dengan Paroki Soe
  • Sebelah Utara             : berbatasan dengan Paroki Naekoke
  • Sebelah Selatan         : berbatasan dengan Paroki Niki-Niki

 
Populasi
Atas berkat dan perjuangan para tokoh umat beragama, maka perkembangan dan pertumbuhan umat Katolik di Paroki Kapan yang semula hanya terdiri dari 8 jiwa (tahun 1950-an) kini berkembang hingga tercatat kurang lebih 6500 jiwa yang meliputi 16 Stasi dan 8 KUB

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.