Paroki Sta. Maria Bunda Orang Miskin - Noelmina

Nama                                    : ParokiSanta Maria Bunda Orang Miskin Noelmina
Tahun berdiri                        : 17 Mei 1968
Jumlah Umat                        : ± 1973 jiwa
Jumlah KK                          :  458 KK
Jumlah Stasi                        :      4 Stasi
Jumlah KUB                        :  33  KUB
Pastor Paroki pertama          : Pater Hendrikus Iku Bethan, SVD (alm)
Pastor Paroki sekarang        : P. John Puri Udjan, SVD
Alamat                                 :
 
SEJARAH SINGKAT
Kehadiran umat katolik di wilayah Takari Noelmina dan sekitarnya dapat terpantau dan terlayani sejak tahun 1962. Umat terdiri dari beberapa orang Cina dan beberapa tukang asal Belu Selatan yang menetap di wilayah Takari Noelmina. Mereka dilayani dari Camplong dan Soe, walapun umat katolik dalam jumlah kecil mereka tetap melaksanakan kehidupan kekatolikan. Pada tanggal 17 Mei 1968 berdirilah paroki Noelmina dalam Keuskupan Agung Kupang. Dengan nama pelindung Santa Maria Bunda Orang Miskin. Nama ini menandaskan motivasi pelayanan awal paroki hingga saat ini, ingin menjadi tempat orang-orang miskin mencari solusi dalam meningkatkan taraf hidup yang lebih manusiawi.
 
Pastor Paroki pertama Pater Iku Bethan,SVD (alm) lahir di Waibalun 12 Juli 1921. Selama 30-an tahun melayani umat wilayah Paroki ini. Dalam pelayanannya Pater Iku, SVD dibantu oleh Pater Koy, SVD. Cinta dan ketulusan dalam pelayanannya kepada umat tidak dapt dilupakan sampai saat ini. Beliau tidak pernah lelah dalam melayani umat di paroki ini tanpa peduli dengan kondisi fisiknya yang sedang sakit. Beliau akhirnya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Stasi Santo Hendrikus Lelogama di Kauniki pada tanggal 15 September 1991. Beliau meninggal karena serangan jantung di dalam mobil hartop.
 
Berdasarkan letak geografisnya, Paroki St. Maria Bunda Orang Miskin Noelmina berada dalam wilayah pemerintah kabupaten Kupang. Paroki ini mempunyai batas wilayah sebagai berikut :

  • Utara: berbatasan dengan paroki Yohanes Pemandi Buraen
  • Selatan : berbatasan dengan wilayah paroki Oepoli, paroki Kapan, paroki Oe’ekam, paroki Naikliu.
  • Timur Laut : berbatasan dengan paroki St. Helena Lili Camplong dan wilayah paroki Sulamu
  • Barat : berbatasan dengan paroki Benlutu dan paroki Panite

 
Paroki Santa Maria Bunda Orang MiskinNoelmina memiliki 4 stasi, antara lain :

  1. Stasi Santo Antonius Hueknuku terdapat 9 KUB dengan 101 kepala keluarga dan 474 jiwa.
  2. Stasi Santo Paulus Meobesi terdapat 3 KUB dengan 40 kepala keluarga dan 196 jiwa
  3. Stasi Santo Hendrikus Lelogama terdapat 4 KUB dengan 61 kepala keluarga dan 273 jiwa
  4. Stasi Oemofa, stasi ini dilayani oleh Rd. Kris Taus dan menetap di Stasi Oemofa

 
Lingkungan di pusat paroki antara lain :

  • Lingkungan Santa Maria Asumta – Tuasene dengan 3 KUB, 33 kepala keluarga dan 150 jiwa.
  • Lingkungan Santo Yoseph Takari dengan 3 KUB, 65 kepala keluarga dan 223 jiwa.
  • Lingkungan Santa Maria Ave Bintang Laut Bokong dengan 2 KUB, 42 kepala keluarga dan 159 jiwa.
  • Lingkungan Santa Maria Bintang Kejora Noelmina dengan 3 KUB, 33 kepala keluarga dan 121 jiwa.
  • Lingkungan Santa Theresia Avila Oesusu dengan 4 KUB, 66 kepala keluarga dan 305 jiwa.
  • Lingkungan Santa Veronika Hapit dengan 2 KUB, 17 kepala keluarga dan 72 jiwa.

 

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.