Paroki Sta. Helena - Camplong

Nama                                   : ParokiSanta Helena Lili - Camplong
Tahun berdiri                      : 19 Maret 1971
Jumlah Umat                     : ± 4864 jiwa
Jumlah KK                          : 747 KK
Pastor Paroki pertama     : Pater Erick Broning, SVD
Pastor Paroki sekarang   : Rm. Andreas Sika, Pr.
Alamat                                 :
 
SEJARAH SINGKAT
Tahun 1947 telah ada pelayanan pastoral dari seorang pastor bernama Pater Kersten, SVD dari Atambua ke wilayah Camplong. Melalui pelayanan pastoral tersebut, maka pada tahun 1947 sampai dengan 1948 Camplong ditetapkan menjadi salah satu stasi dengan nama Stasi Kristus Penebus Camplong. 19 Maret 1971 stasi Camplong ditetapkan sebagai sebuah Paroki oleh Uskup Mgr. Gregorius Monteiro, SVD. Medio Desember 1998, nama pelindung Paroki dari Kristus Penebus Camplong diganti menjadi Santa Helena oleh Uskup Mgr. Petrus Turang, Pr.
 
Tahun 2004 terjadi perpindahan gedung paroki dari gedung awal terletak di Camplong (Wisma Oemat Honis) dipindahkan ke Lili. Sebuah gedung gereja yang berdiri di atas puncak bukit Lili dan pada tanggal 15 Juli 2004 diresmikan oleh gubernur NTT bapak Pieter A. Tallo, SH dan diberkati oleh Yang Mulia Uskup Agung S. Wesoly (President of Jhon Paul II Foundation, Rome). Perkembangan umat makin bertambah, Jumlah umat Paroki Santa Helena Lili Camplong sesuai dengan data tahun 2013 seluruhnya adalah 747 Kepala Keluarga dan 4.864 jiwa.
 
Paroki Sta. Helena Camplong terletak di wilayah Kabupaten Kupang, reksa pastoral Keuskupan Agung Kupang dengan batas-batas antara lain :

  • Bagian Timur berbatasan dengan Paroki Bunda Orang Miskin Noelmina
  • Bagian Barat berbatasan dengan Paroki Sta. Maria Fatima Taklale
  • Bagian Utara berbatasan dengan Paroki St. Petrus Sulamu
  • Bagian Selatan berbatasan dengan Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen

 
Pastor – pastor yang berkarya di Paroki Santa Helena Camplong

  1. P. Erick Broning, SVD (1971)
  2. P. Hendrikus Iku, SVD (1977)
  3. P. Herman Kaiser, SVD (1978)
  4. P. Blasius Fernandez, SVD (1985-1990)
  5. Rm. Aloysius Lake, Pr (1990-1995)
  6. Rm. Videntus Atawolo, Pr (bertugas ± 3 bulan di tahun 1995)
  7. Rm. John Chris Taus, Pr (1995-1998)
  8. Rm. Agustinus Parera, Pr (1998-2001)
  9. Rm. Leonardus Apong, Pr (2001-2003)
  10. Rm. Arnold Bria dan Rm. Beatus Ninu, Pr (2003-2008)
  11. Rm. Andreas Sika, Pr dan Rm. Herman Hillers Penga, Pr ( 2008-sekarang)

 
Kapela/ Stasi dalam wilayah Paroki Santa Helena Camplong
Paroki Santa Helena Lili Camplong memiliki 9 stasi/kapela

  1. Stasi St. Bernardus Oelbeba
  2. Kapela Kristus Raja Sublele
  3. Kapela Sta. Bernadetha Tuamnanu
  4. Kapela St. Petrus Nunsena
  5. Kapela St. Paulus Oelnunu
  6. Kapela St. Aloysius Laiskot
  7. Kapela St. Laurensius Nekon
  8. Kapela St. Yoseph Oelnaimuti
  9. Stasi Sta. Maria Aitara Nenuflete

 
Paroki Santa Helena Lili Camplong juga memiliki 3 wilayah dan 15 KUB

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.