Paroki St. Gregorius Agung - Oeleta

Nama                                 : Paroki Sto. Gregorius Agung Oeleta
Tahun berdiri                     : 31 Agustus 1997
Jumlah Umat                    : -
Jumlah KK                         : -        
Jumlah Wilayah                : -        
Jumlah KUB                      : 26 KUB
Jumlah Stasi                     : 1 Kapela     
Jumlah Kongregasi         : -        
Pastor Paroki pertama    : P.Veliks Kosad, SVD
Pastor Paroki sekarang  : Romo Kristoforus Muda, Pr
 
Sejarah Singkat
Paroki Santo Gregorius Agung Oeletadiresmikanpadatanggal31 Agustus 1997 oleh Yang Mulia Mgr. Gregorius Montero dengan nama pelindung St. Gregorius Agung.
 
Sebelum terbentuknya paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, umat yang berdomisili di wilayah Alak dan sekitarnya merupakan wilayah pelayanan Paroki Katedral Kristus Raja Kupang. Melihat jumlah umat yang terus meningkat maka umat Alak yang saat itu termasuk wilayah VII dari Paroki Katedral Kupang dimekarkan menjadi sebuah paroki yang dibangun di atas tanah seluas 10 ha yang telah dibeli pada tahun 1972.
 
Sambil menanti pembangunan gereja, umat paroki Oeleta dibawah pimpinan Pater Veliks Kosad,SVD merayakan Ekaristi Kudus di asrama DELSOS dan di gudang DELSOS. Saat itu Pater Veliks Kosad,SVD mulai menetap di rumah pastoran yang telah dibangun pada tahun 1996. Dan pada pertengahan bulan Agustus 1997, gedung gereja selesai dikerjakan sehingga umat paroki Oeleta mulai merayakan Ekaristi di gedung gereja yang baru.
 
Imam-imam yang pernah berkarya di Paroki Oeleta :

  1. P. Veliks Kosad, SVD (1997 -1999)
  2. P. Florante, SVD
  3. Romo Yustinus Phoa, Pr (1999 - 2003)
  4. Romo Piet Olin, SVD (2003 - 2008)
  5. Romo Roni Pakaenoni, Pr (berkarya kurang lebih 1 tahun)
  6. P. Kimi, CsSR
  7. P. Yos, CsSR
  8. Romo Enos Dau, Pr (2008 - sekarang)
  9. Romo Rino Saka, Pr
  10. Romo Alfons Hokong, Pr
  11. Romo Primus Taimenas, Pr

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.