OMK Tolak Hoax, Jadilah Agen Kabar Gembira!

Bertempat di Rumah Retret Susteran SSpS Bello, 101 Orang Muda Katolik (OMK) asal Keuskupan Agung Kupang dan Atambua mengikuti kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media, yang mengambil tema “Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Komunikasi” Kota Kupang. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017 ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dalam hal ini melalui Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI.
 
Dalam sambutannya, Ketua Komsos KAK, RD. Yohanes Kiri, sebagai tuan rumah mengucapkan selamat datang kepada selamat datang kepada Tim dari KWI dan Dirjen Kominfo serta para peserta. Ia juga tak lupa mengucapkan limpah terima kasih kepada Pemerintah dan KWI, yang telah menjadikan Kota Kupang sebagai satu dari tujuh kota di Indonesia yang dipilih sebagai tempat kegiatan literasi media bagi OMK. Ia juga mengucapkan.
 
“Kita perlu bersyukur karena dari tujuh kota di Indonesia, Kota Kupang menjadi salah satu kota di dalamnya. Terima kasih telah memilih kami. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi OMK dalam membangun pemahaman media yang baik; agar mampu membawa kabar gembira bagi orang lain,” ujar pastor yang sehari-hari juga bertugas sebagai pembina di Seminari Menengah St. Rafael, Kupang.
 
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus, dalam kesempatan sambutannya. Menurutnya, kerja sama ini terjadi berkat relasi baik pemerintah dengan pihak gereja.
 
“Kita perlu berterima kasih kepada pemerintah, yang melalui kerja sama antara KWI dengan Dirjen Kementrian Kominfo Republik Indonesia yang selalu mendorong gerakan penyelamatan kaum muda terhadap bahaya hoax dan isu radikalisme, serta ideologi-ideologi anti pancasila yang berkembang di Indonesia akhir-akhir ini” tutur Pastor asal Keuskupan Weetabula ini.
 
“Sebagai para peserta terpilih, dari tujuh kota di Indonesia, anda ditantang menjadi orang muda baru. Baru dalam artian sebagai agen kabar baik. Kabar buruk atau hoax di-counter dengan kabar yang menggembirakan. Mari bersama-sama kita perangi ideologi jalan pintas, yang akhir-akhir ini menggunakan media sosial sebagai lahan pengembangan ideologi radikalis ini.” Jelas Romo Kamilus.
 
Lebih lanjut, Dirjen Kementrian Kominfo, Rosita Niken Widiastuti, melalui Mediodecci Lustarini, Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, mengungkapkan bahwa gempuran informasi hoax di medsos telah sangat berpengaruh dalam membentuk persepsi masyarakat dan karenanya berpotensi merusak sendi-sendi kebangsaan. Karena itulah perlu peran serta semua pihak dalam mengatasi situasi yang sangat mengawatirkan ini.
 
Kegiatan yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Oktober 2017 ini akan menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus, Direktur Penegak Hukum BNPT, Brigjen Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.H., KaBag TU Dirjen Kominfo, Ferdinadus Setu, S.H., M.H., Ketua Tim Sosial Media Krisis Center Kantor Staf Presiden, Aloisius Wisnu Hardhana, dan Tim dari Komsos KWI dan Johanes Joko, selaku moderator kegiatan. (Putra Diding)***

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Yohanes Gabriel Perboyre, Martir

Ketika masih kanak – kanak, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia biasa membantu ayahnya menggembalakan ternak – ternak mereka di padang. Pada umur 8 tahun, ia masuk sekolah atas ijin ayahnya. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari menengah.

Renungan Harian

Salib Adalah Tanda Kerahiman Allah

Jumat, 14 September 2018 - Pesta Salib Suci
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.
BcO Gal. 2:19-3:7,13-14; 6:14-18 Est. 1:1-3,9-16,19; 2:5-10,16-17.

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Salib Suci. Secara liturgis, Pesta ini dirayakan di dalam Gereja Katolik untuk mengenang penemuan Salib Yesus oleh St. Helena, ibunda dari Kaisar Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320.