Merancang Gerak Misioner Keuskupan-Keuskupan Regio Nusa Tenggara

Pertemuan Dirdios KKI - Ketua KKM bersama tiem Keuskupan Seregio Nusra, memasuki hari ketiga, Sabtu, 19/9. 

 

Pada pagi hingga siang hari, para peserta mendapatkan arahan dari Misiolog, Rm. Ray Sudhiarta, SVD, terkait "Isu-isu Misi Krusial dan Misi Kontekstual di Nusra" dan "Misi Gereja dalam Masyarakat dan Budaya-Budaya di regio Nusra."

 

Gagasan dibalik tema ini dimaksud, untuk menggali, memetakan isu-isu di Regio Nusra dan bagaimana menanggapi soal-soal krusial dan kontekstual di Nusra. 

 

Hal konkrit yang terungkap dalam sesi ini, tentang bagaimana identitas seorang katolik yang hidup dengan budaya tertentu dan sejauh mana penghayatan iman seorang katolik akan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup kristiani? 

 

Ada perjumpaan antara warisan budaya dan warisan iman katolik yang sering kali masih menyimpan persoalan-persoalan krusial dalam kehidupan harian. Sungguh disadari bahwa iman kristiani, belum menjiwai secara utuh kehadiran seorang yang beriman katolik. Ada banyak peluang untuk bermisi dengan segala tantangannya. 

 

Karena itu, peserta dibagi dalam kelompok (yang dibagi secara acak), untuk berdiskusi, melihat kenyataan-kenyataan misi di masing-masing keuskupan dan bagaimana relasi antara budaya/adat istiadat dan iman katolik.

 

Setelah mendalami dalam kelompok, kontekstualisasi misi di Nusra, peserta meyatu kembali dalam pleno bersama. 

 

Pada sesi sore hingga malam harinya, peserta kembali dibagi dalam kelompok diskusi. Kali ini, peserta dikelompokkan sesuai keuskupan masing-masing untuk melihat peluang misi dan merancang gerak misioner sesuai kondisi keuskupan setempat.

 

Program Strategis Misioner masing-masing Keuskupan yang dihasilkan itu adalah:

 

1. Animasi Misioner akan nilai-nilai katolisitas (Keuskupan Atambua);

2. Menyiapkan Modul pembinaan untuk remaja dan pembekalan pembina kategori remaja (K.A Kupang);

3. Penanaman Nilai Misioner dalam bentuk katekese dan Pastoral Kehadiran (dari rumah ke rumah) (K. Denpasar);

4. Memproduksi Film Keluarga (K. Weetebula Sumba);

5. Penyusunan Modul Sekami Remaja, Pelatihan Animator-Animatris kelompok sekami remaja, Pendàmpingan Untuk JPA (Jadi Pendamping Adik) (K. A Ende dan K. Maumere);

6. Memberikan Pembekalan kepada orang tua tentang peran dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan iman katolik anak-anak (K. Ruteng);

7. Penyadaran dan Pemahaman tentang Cara hidup beriman katolik yang benar, Peningkatan wawasan Umat tentang sakramen-sakramen Gereja Katolik (K. Ruteng).

Suara Gembala

Pesan Puasa Uskup Agung Kupang Tahun 2018

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus, Masa puasa atau prapaskah sudah tiba kembali. Kita hadir lagi dalam masa liturgis khusus. Masa pembaruan hidup iman akan sengsara, wafat serta kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.

Tokoh

Santa Agatha

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur Romawi kafir mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istana untuk dijadikan sebagai isterinya.

Renungan Harian

Koyakkanlah Hatimu Dan Bukan Pakaianmu

Rabu, 14 Februari 2018; HARI RABU ABU (U). Pantang dan Puasa.
E Pemberkatan dan pembagian abu PrefPrap IV.

Hari ini kita memulai masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi kita. Mengapa pada Hari Rabu Abu kita menerima abu di kening kita? Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester.