Membangun Kesejahteraan Melalui Perencanaan Keuangan Keluarga

Dalam upaya membantu para peserta untuk merefleksikan tema MUSPAS KAK 2016, Keluarga, Sukacita Injil dan Sosial Ekonomi, rangkaian acara MUSPAS Keuskupan Agung Kupang di hari yang kedua, 5 Januari 2016, diisi pula dengan ceramah dari Otoritas Jasa Keuangan, yang dibawakan oleh Pak Kunto dan Ibu Okta. Mengawali pemaparan materi dari OJK ini, Pak Kunto memperkenalkan kepada para peserta MUSPAS tentang apa itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab OJK. “OJK adalah singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan. Dibentuk kurang lebih 3th yang lalu, sebagai amanat dari undang-undang OJK dimana tugas dan fungsi OJK adalah untuk mengatur dan mengawasi semua lembaga keuangan yang ada di Indonesia,” jelas pak Kunto.
 
Lebih lanjut Pak Kunto menjelaskan, “Berkaitan dengan pengaturan dan pengawasan jasa keuangan tadi, OJK juga memiliki fungsi yang lain yaitu melakukan edukasi dan perlindungan kepada konsumen. Artinya OJK tidak hanya bertugas mengatur dan mengawasi industrinya, tetapi OJK berkewajiban untuk melakukan edukasi dan juga melindungi konsumen atau nasabah dari lembaga jasa keuangan yang kita atur atau awasi agar ada sinkronisasi atau keselarasan dari industrinya dan juga nasabah pengguna jasa keuangan.”
 
Dalam kaitannya dengan tema yang sedang digeluti oleh para peserta MUSPAS KAK ini, salah satu utusan dari Otoritas Jasa Keuangan, Ibu Okta secara khusus membantu para peserta MUSPAS untuk memahami tentang pentingnya perencanaan keuangan keluarga. Menurut beliau, dalam kehidupan setiap keluarga hal yang tidak boleh diabaikan dalam kaitan dengan kehidupan ekonomi keluarga adalah bagaimana setiap keluarga membuat suatu perencanaan keuangan keluarga. “Dalam perencanaan keuangan keluarga, kita sebaiknya membicarakan berapa penghasilan dari masing-masing pihak, baik dari suami maupun dari istri. Hal ini demi menjaga keseimbngan dalam pengeluaran. Jangan sampai pengeluaran melebihi jumlah penghasilan, karena jika demikian maka kita akan terpancing untuk berutang,” kata ibu Okta.
 
Lebih lanjut, ibu Okta mengingatkan, “Sederhana adalah awal masa depan. Dalam hal ini, kita tidak perlu berfoya-foya hanya untuk keinginan semata, melainkan memikirkan kebutuhan. Misalnya keinginan untuk ke restoran hanya untuk menikmati makanan enak, bisa kita ulur demi kebutuhan yang lebih utama. Kita harus membuat skala prioritas dalam mengelola keuangan keluarga.”
 
Di hadapan Bapa Uskup Agung Kupang dan sekitar 250 peserta MUSPAS KAK 2016 ini, ibu Okta mengakhiri penjelasannya dengan ajakan bahwa salah satu cara untuk mengelola keuangan keluarga adalah dengan mulai sejak dini melakukan investasi serta mengikuti asuransi, karena asuransi adalah cara terbaik kita untuk menyiapkan penghasilan ketika menghadapi keadaan darurat.
 
Ceramah yang dimoderatori oleh RD. Ambrosius Ladjar dan belangsung sejak pukul 14.30 sampai 16.00 ini, ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan utusan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Yohanes Gabriel Perboyre, Martir

Ketika masih kanak – kanak, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia biasa membantu ayahnya menggembalakan ternak – ternak mereka di padang. Pada umur 8 tahun, ia masuk sekolah atas ijin ayahnya. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari menengah.

Renungan Harian

Salib Adalah Tanda Kerahiman Allah

Jumat, 14 September 2018 - Pesta Salib Suci
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.
BcO Gal. 2:19-3:7,13-14; 6:14-18 Est. 1:1-3,9-16,19; 2:5-10,16-17.

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Salib Suci. Secara liturgis, Pesta ini dirayakan di dalam Gereja Katolik untuk mengenang penemuan Salib Yesus oleh St. Helena, ibunda dari Kaisar Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320.