Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Bacaan: 

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat. Jika huru-hara terjadi, tentara Roma pasti akan bertindak. Akibatnya, bisa jadi Bait Allah akan dirampok dan seluruh bangsa ditumpas oleh mereka.
 
Pertimbangan politis itu menjadi kata kunci yang membulatkan niat para musuh Yesus untuk menangkap dan membunuh-Nya. Persoalannya, apakah kehadiran Yesus akan mengakibatkan huru-hara? Bukankah Ia mengadakan mukjizat demi menggugah iman bangsa-Nya agar semakin mengakui kuasa Allah?
 
Pendapat Kayafas yang bijaksana itu bisa ditafsirkan sebagai suatu ketakutan tanpa dasar yang kuat. Ia mencoba menghalalkan ketakutannya dengan alasan demi keselamatan bangsa. Tak dapat diingkari bahwa kematian Yesus mempunyai kaitan erat dengan intrik politik, ambisi dan iri hati para penguasa. Aneh bahwa, alasan yang kemudian dipakai untuk menhukum Dia bukan alasan politik tetapi agamawi. Mereka menuduh Yesus telah menghojat Allah karena memproklamirkan diri sebagai Mesias, raja Yahudi.
 
Sadar atau tidak sadar terkadang kita juga masuk dalam ritme dan situasi hidup seperti itu: terperangkap oleh emosi, nafsu, egoisme, kepentingan diri, martabat yang diagungkan, status yang dimuliakan, kuasa yang dibanggakan. Kita tidak dapat melihat kebaikan orang lain, keberhasilan, kesuksesan. Kita lalu antipati, mengatur siasat, dengan mengorbankan seseorang, dengan memotong jalan hidup orang lain. Karena itu masa Prapaskah ini menjadi moment istimewah bagi kita untuk berubah untuk memperbaiki diri dan hidup kita, agar kita bisa menjadi pribadi yang bisa menghargai sesama, yang tidak mengorbankan sesama demi kepentingan diri dan kelompok kita.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.