Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi/ DELSOS

Identitas Lembaga/  Organisasi
 
Nama Organisasi  : Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Kupang
Berdiri                      : 15 Agustus 1967
Status                      : Lembaga Gereja
Ketua Komisi PSE/ Delsos Keuskupan Agung Kupang.
1)      Br. Feliks Spiker, SVD ( 1967 – 1970)
2)      P. Petrus Manehat, SVD ( 1973 – 1978)
3)      P. Yohanes A. Pfeffer, SVD (1978 – 1985)
4)      Rm. Petrus Kelu, Pr (1985 – 1987)
5)      P. Ir. Florante A. Llames, SVD (1988 – 1996)
6)      Rm. Andreas Sika, Pr (1996 – 1998)
7)      Rm. Aloysius Lake, Pr (1999 – 2003)
8)      Bpk. Kanisius Kusi (2003 – sekarang)
 
Arah dasar, Visi dan Misi Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang
 
Visi Dasar Kerasulan PSE
Hadirnya nilai-nilai Kerajaan Allah dalam persekutuan  hidup umat bersama masyarakat menurut contoh dan teladan Yesus Kristus.
 
Misi Utama Kerasulan PSE
Misi utama kerasulan PSE Gereja adalah menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam pergumulan hidup manusia, yaitu buah-buah cinta kasih dalam kehidupan sosial ekonomi. Tanda kelihatan Kerajaan Allah adalah keadilan, perdamaian, persaudaraan sejati dan kesejahteraan sosial ekonomi bagi semua orang.
Kerasulan PSE adalah upaya penyadaran persekutuan gerejawi dalam menggerakkan keterlibatan sosial ekonomi berdasarkan  iman kristiani. Oleh karena itu, penuntun karya PSE adalah Ajaran Sosial Gereja (ASG). Dengan belajar memahami tanda-tanda zaman dalam perjuangan hidup manusiawi, kerasulan sosial ekonomi menaruh perhatian utama pada pembangunan manusiawi yang efektif dan bermutu dalam kasih. Pertumbuhan dalam hal kepemilikan tentu saja tidak diabaikan, tetapi utamanya pertumbuhan sebagai murid Kristus dalam perkara-perkara duniawi, seperti pemberdayaan sosial ekonomi demi kesejahteraan bersama. 
 
Nilai Kerasulan PSE                        
Nilai-nilai kemanusiaan mengungkapkan karya penciptaan Allah, seperti solidaritas, belas kasih, kebaikan, tanggung jawab, keadilan dan perdamaian. Dengan upaya penyadaran melepaskan diri dari individualisme dan egoisme, persekutuan gerejawi menemukan jati diri sebagai pemangku kepentingan spiritual dalam tata dunia.
 
Pola 3 M dalam KerasulanPSE.
Sebagaimana gerak turun dari Penjelmaan Sabda yang tinggal dan hadir dalam realitas pergumulan hidup manusia, kerasulanPSE sebagai sarana dan jalan baru pengembangan hidup manusia mengutamakan pola karya kerasulan3M : “Melibatkan, Mengembangkan, dan Mencerdaskan sesuai cara bertindak Yesus.  Pola 3M ini terinspirasi oleh Spiritualitas Inkarnatoris, misteri penjelmaan Allah dalam hidup manusia, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh 1:14).
Misteri penjelmaan Allah merupakan perwujudan keberpihakan dan solidaritas Allah untuk melibatkan diri-Nya dalam hidup manusia, supaya manusia berkembang dalam kebersamaan-Nya dan cerdas dalam memilih dan menentukan arah hidupnya yang sesuai, bermakna dan bernilai.
Melibatkanberarti menjumpai, hadir secara bermutu bagi orang lain, terutama orang-orang miskin yang berada di sekitar kita (Keluarga, KUB, Kapela, Paroki) sehingga secara cerdas dan bermutu mengenal keadaannya yang sesungguhnya. Mengajak umat, orang-orang miskin dengan kemampuan yang ada padanya untuk terlibat bersama dalam membangun kehidupan yang lebih menggembirakan. Keterlibatan membutuhkan “keterpanggilan dan ketergerakan hati” dari para pemimpin umat, baik para imam, para hidup bakti/ tarekat, dewan pastoral paroki maupun pusat koordinasi pastoral/ komisi untuk memperhatikan saudara-saudari yang berada dalam kekurangan. Melibatkan juga mengisyaratkan terciptanya kerja sama kolaboratif gereja dengan pemerintah serta para pihak yang peduli orang miskin. Dan dipastikan juga bahwa dalam setiap pelibatan itu harusmendahulukan kepentingan umum dan menumbuhkan solidaritas sosial dengan tetap menghargai subsidiaritas komunitas.
Mengembangkanberarti meningkatkan kualitas hidup umat secara utuh, terutama orang miskin, dengan bertumpu pada nilai-nilai dan kearifan hidup umat setempat untuk berjalan bersama memperbaiki lingkungan hidup. Kualitas hidup mencakup pola pikir, pola sikap dan pola tindak umat setempat yang berlandaskan nilai-nilai : solidaritas, tanggungjawab, saling percaya, keterbukaan, kejujuran, kerja sama, keadilan, kedamaian, pengorbanan, kesetiaan dan cinta kasih. 
Mencerdaskanberarti memberdayakan diri, secara pribadi dan bersama-sama sehingga mampu memilih dan menentukan arah kehidupan yang sesuai, bermakna dan bernilai secara berkelanjutan. Juga kecerdasan hati yang bisa berbagi dan menghargai berbagai pengalaman yang membahagiakan agar mampu secara pribadi maupun bersama-sama mengatasi berbagai kesulitan hidup orang miskin. Belajar bersahaja agar terbuka hati untuk melihat kebutuhan orang miskin serta menjadi saudara satu sama lain dan saling memperhatikan.
 
Kegiatan Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang

  1. Program Kegiatan Pelayanan:Aksi Puasa Pembangunan (APP), Hari Pangan Sedunia (HPS), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Tanggap Darurat Bencana.
  2. Tujuan Umum Program Kegiatan:Pemberdayaan sosial ekonomi umat bersama masyarakat yang semakin solider dan mencintai lingkungan hidup demi kesejahteraan bersama.
  3. SasaranProgram Kegiatan yang Mau Dicapai : Menghadirkan Proyek Kebaikan Allah secara konkrit di dalam komunitas umat basis (KUB) dan Paroki  dalam semangat persaudaraan sejati demi kesejahteraan bersama.
  4. Strategi Pelaksanaan Program Kegiatan:

Untuk mewujudkan karya kerasulan PSE dibutuhkan tata kelola kerasulan PSE yang dijiwai oleh Roh Kudus dan dilaksanakan secara bertanggung jawab, integral, terpadu dan berkelanjutandengan strategi 4M:

  1. Meningkatkan kemampuan personalia Komisi PSE dan penggerak kerasulan PSE disemua tingkatan.
  2. Menggiatkan kerasulan PSE yang signifikan dan relevan secara integral dan terpadu melalui komunitas basis.
  3. Mengoptimalkan gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP), Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang sudah adaserta pengurangan resiko bencana (disaster risk reduction) dan tanggap darurat bencana (emergency response).
  4. Membangun kemitraan dan meningkatkan sinergi dalam kerasulan PSE baik secara internal maupun eksternal.
  5. Jenis Kegiatan :

1.   Kegiatan Organisasi :  

  1. Penguatan kapasitas lembaga/ Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang dan kaderisasi penggerak kerasulan PSE melalui hari-hari studi Delsos, retret sosial (retsos), pelatihan, lokakarya dan  seminar.
  2. Pertemuan koordinasi komisi se-Keuskupan Agung Kupang, pertemuan Komisi PSE se-Regio Nusra dan Konpernas Komisi PSE KWI.
  3. Membangun jejaring dan kerja sama dengan Pemerintah (dinas-dinas terkait),  Koperasi Kredit, lembaga pendidikan dan lembaga donor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

2.   Kegiatan di tingkat umat bersama masyarakat

  1. Pendampingan pemberdayaan sosial ekonomi (sosek) umat bersama masyarakat.
  2. Pendidikan dan pelatihan : koperasi dan kelompok usaha bersama (UB/ UBSP),  ekonomi rumah tangga (ERT), manajemen beternak (sapi, babi, kambing), pembuatan pupuk dan pestisida organik, pengolahan pangan lokal serta pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi relawan paroki.
  3. Temu tani/ ternak dalam kegiatan HPS.
  4. Bantuan ternak (sapi, babi, kambing) sistim bergulir.
  5. Bantuan bibit/ benih pangan lokal serta tanaman umur panjang (TUP).
  6. Proyek air bersih dan pengadaan sumur gali.
  7. Budidaya rumput laut
  8. Budidaya tanaman lokal (jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sorghum, dll).
  9. Bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian (hand traktor, motor air).
  10. Bantuan tanggap darurat bencana

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.