Komisi Liturgi

Sejarah
 
Bidang liturgi sebagai salah satu hal pokok dalam kehidupan menggereja menuntut adanya penanganan yang khusus dan terarah. Atas dasar inilah maka untuk tingkat Keuskupan Agung Kupang, dipandang perlu dibentuknya suatu komisi khusus yang menangani hal-hal yang menyangkut liturgi. Sebagai  salah satu perangkat pastoral di keuskupan Agung Kupang, Komisi Liturgi memiliki tugas dan tanggung jawab membantu Uskup Agung Kupang dalam pelayanan di bidang liturgi.
 
Dalam perjalanan sejarah Keuskupan ini, pelayanan di bidang liturgi pada mulanya ditangani oleh Panitia Pengembangan Iman Keuskupan Agung Kupang (PPI-KAK) yang juga dalam menjalankan tugasnya menangani pula bidan keteketik dan Kitab Suci. PPI-KAK ini lalu berubah namanya menjadi Komisi Kateketik, Kitab Suci dan Liturgi Keuskupan Agung Kupang (K2L-KAK) sejak tahun 1992.
 
Namun dalam perkembangannya, dengan melihat lingkup tugas dan tanggung jawab yang menuntut adanya perhatian yang serius dalam bidang liturgi, maka sejak 2012 Komisi Liturgi Keuskupan Agung Kupang berdiri secara resmi sebagai salah satu komisi di Keukupan ini.
 
Nama-Nama Ketua PPI (periode 1989-1991)
1.      RD. Andreas Duli Kabelen (1989-1990)
2.      Sr. Ma. Winfrida, PRR (1990-1991)
 
Nama-nama Ketua K2L-KAK (periode 1992-2011)
1.      Sr. Ma. Bernadet, PRR (1992-1999)
2.      RD. Edmundus Taek (2000-2001)
3.      RD. Andreas Duli Kabelen (2002-2008)
4.      RD. Anselmus Leu (2008-2011)
 
Tahun 2012-2014:
1.      RD. Frederikus A. Tamelab (2012-sekarang)
 
Tugas Dan Tanggung Jawab Komisi Liturgi:
·         Menyelenggarakan Kursus Dasar Liturgi bagi para pemimpin ibadat sabda tanpa imam di tingkat stasi dan kapela se-KAK.
·         Menyiapkan teks-teks panduan liturgi untuk perayaan-perayaan liturgi tingkat keuskupan.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.