Komisi Keluarga

Sekretariat:
Kantor koordinasi Karya Pastoral Keuskupan Agung Kupang
Jl. Thamrin Oepoi – Telp. (0380) 833331
 
Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang adalah salah satu perangkat pastoral di Keuskupan Agung Kupang. Dalam kerjasamanya dengan Komisi-komisi lain sebagai perpanjangan tangan dari Uskup Agung Kupang dalam menjalankan reksa pastoral di keuskupan ini, Komisi Keluarga mengkhususkan diri dalam bidang pastoral keluarga.
 
Adapun yang menjadi tujuan karya pastoral Komisi Keluarga KAK adalah mengambil bagian dalam tugas dan kegiatan pastoral, sesuai dengan arah dan tujuan pastoral KAK demi membangun jemaat menjadi suatu persekutuan iman, harap dan kasih dengan perhatian khusus pada keluarga. Di sini Komisi Keluarga KAK bertanggung jawab dalam membangun dan mendampingi keluarga-keluarga katolik di dalam wiliyah keuskupan ini agar bisa menjadi sebuah “Ecclesia Domestica” (Gereja Rumah) yang ditandai oleh adanya persekutan iman pribadi-pribadi kristiani di dala keluarga dalam pengabdiannya kepada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
 
Sejarah
 
Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang dibentuk pada Januari 2000, yang ditandai dengan pengangkatan RD. Piet Olin menjadi ketua Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang. Namun hal ini tidak berarti bahwa sebelum Januari 2000, pastoral keluarga tidak menjadi salah sati aspek penting dalam karya pastoral di keuskupan ini. Jauh sebelum terbentuknya Komisi Keluarga KAK, reksa pastoral dalam bidang keluarga ditangani oleh LK3I (Lembaga Katolik Kesejahteraan Keluarga Indonesia) tingkat Kesukupan.
 
Peralihan nama dari LK3I tingkat Keuskupan menjadi Komisi Keluarga KAK sesungguhnya sejalan dengan perubahan yang terjadi di tingkat Konferensi Wali Gereja Indonesia, di mana LK3I berubah namanya menjadi Komisi Keluarga KWI.
 
Seiring dengan terbentuknya Sekretariat Jaringan Mitra Perempuan (JMP) di KWI, maka di tingkat KAK pun dibentuklah Sekretariat JMP keuskupan, yang dalam pelaksanan tugasnya disatukan dengan Komisi Keluarga KAK sejak 2002. Kedudukan Sekretariat JMP yang berada di bawak koordinasi Komisi Keluarga KAK ini tetap dipertahankan sampai kini, meskipun sejak November 2006, tepatnya dalam sidang KWI (6-16 November 2006), nama Sekretariat JMP telah diubah namanya menjadi Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan.
 
Nama-nama Ketua Komisi Keluarga:
1.      RD. Piet Olin (Januari 2000-2003)
2.      RP. Yulius Bere, SVD (5 Januari 2003-5 januari 2008)
3.      RD. Arnold Bria (2008-....)
 
Visi:
“Persekutuan hidup kristiani yang mandiri dan setia kawan dalam semangat perutusan yang saling melayani demi terciptanya keluarga ktolik yang sejahtera lahir batin, beriman dan bermoral.”
 
Misi:
1.      Mengembangkan dan memberdayakan keluarga sebagai tempat pendidikan, pembinaan dan peningkatan mutu hidup pribadi dan keluarga dalam semua aspek kehidupan.
2.      Mewujudkan keluarga yang beriman dan bermoral kristiani.
3.      Menjadikan keluarga basis bagi pengembangan Komunitas Umat Basis (Ecclesia Domestica)
4.      Menjadikan keluarga sebagai pola persekutuan iman kristiani menurut pola Gereja perdana.
 
Tugas dan Tanggung Jawab:
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pembantus Uskup di bidang pastoral keluarga, Komisi Keluarga KAK memiliki tugas dan tanggung jawab untuk:
1.      Menjabarkan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan Komisi Keluarga KWI.
2.      Menyebarluaskan informasi dan kebijakan pastoral keluarga ke paroki-paroki.
3.      Mengkoordinir kegatan-kegiatan pastoral keluarga tingkat keuskupan.
4.      Membantu pendampingan bagi pasangan suami istri dan keluarga yang bermasalah.
5.      Mengkoordinir gerakan-gerakan kerasulan keluarga, seperti Pasukris dan ME.
6.      Melakukan penyelidikan, pendataan dan penelaahan permasalahan-permasalahan keluarga.
7.      Memberikan laporan tentang kegiatan pastoral keluarga dan masukan-masukan kepada Bapak Uskup Agung Kupang.
 
Strategi Pastoral:
1.      Mendorong paroki-paroki untuk membentuk seksi-seksi khusus yang menangani pastoral keluarga di tingkat paroki.
2.      Mengadakan buku-buku dan bahan-bahan pembinaan kehidupan keluarga.
3.      Menyelenggarakan diskusi dan pertemuan-pertemuan lainnya untuk mempelajari dan membahas segala segi kehidupan keluarga.
4.      Menjalin kerja sama dengan Komisi Keluarga KWI
5.      Menjalin kerja sama dengan komisi-komisi pastoral keluarga antar keuskupan di wilayah Nusra.
6.      Menjalin kerja sama dengan instansi-instansi pemerintah dan swasta lainnya untuk kepentingan pastoral keluarga.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.