Komisi Karya Kepausan Indonesia

Sejarah
 
Komisi KKI Keuskupan Agung Kupang adalah salah satu perangkat pastoral di Keuskupan Agung Kupang yang berperan  membantu tugas kegemblaan Uskup Agung Kupang dalam membangikitkan kesadaran dan tanggung jawab misioner di dalam hati seluruh umat katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang.
 
Sebelum terbentuk sebagai sebuah komisi, tugas membangkitkan kesadaran misioner ini diemban oleh Panitia Pengembangan Iman Keuskupan Agung Kupang (PPI-KAK). Panitia ini merupakan menjadi jantung dan sekaligus peletak dasar karya pastoral KAK karena bertanggung jawab langsung terhadap perkembangan iman umatdengan misi pokoknya adalah membawa umat untuk semakin beriman kepada Kristus.
 
Dalam perkembangan, kesadaran akan pentingnya sebuah komisi khusus yang bertugas menangani pengembangan imanmenjadi semakin mendesak untuk diwujudkan. Karena itulah sejak tahun 1991 dibentuklah komisi Karya Kepausan IndonesiaKeuskupan Agung Kupangsebagai sebuah lembagaresmi tingkat keuskupang yang bertanggung jawab secara khusus dalam membangikitkan kesadaran dan tanggung jawab misioner di dalam hati seluruh umat katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang.
 
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, KKI KAK lalu membuat berbagai kegiatan demi perkembangan iman anak-anak dan remajadi wilayah KAKdengan melakukan ziarah iman ke paroki-paroki, mengadakan aksi panggilan, merayakan hari raya-hari raya Misioner, mengumpulkan derma, mengunjungi panti asuhan.Selain itu juga dibuat pembinaan bagipara animator-animatrisSekami yang bertanggung jawab membantu tugas dan karya pastoralkomisi KKI.
 
Para Dirdios KKI Keuskupan Agung Kupang
1.      Sr. Ma. Agnes Wathun, RVM (Juli 1991-Maret 1992); (1994-Maret 1997)
2.      Sr. Bernadeth, PRR (Maret 1992- 1993)
3.      Sr. Yudith da Cunha, CIJ (April 1997-2002)
4.      Sr. M. Dion, PRR (2003-2009)
5.      Br. Jhon (2010-2012)
6.      Sdri. Dorince Oetpah (2012-2013)
7.      RD. Apolinarius Ladjar (2013-sekarang)
 
Fungsi dan tugas KKI:
Komisi KKI KAK mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan program-program dari Keuskupan yang menjadi proritas dari Komisi ini terlebih khusus berkaitan dengan perkembangan iman anak dan remaja katolik. Keprihatinan dari semua orang terhadap kenakalan remaja adalah keprihatinan juga dari Komisi KKI KAK. Maka pembinaan terhadap anak-anak sekami senantiasa dilakukakn terus-menerus demi memperoleh pribadi yang semakin cinta akan Kitab Suci dan ajaran-ajaran Gereja lainnya sambil menyesuaikan diri dengan keadaan dunia.
 
Secara khusus, Komisi KKI KAK memili tugas dan tanggung jawab untuk:

  • Membantu dan melaksanakan tanggung jawab Uskup untuk mengembangkan semangat dan solidaritas misioner di kalangan umat Katolik KAK
  • Sebagai motivator, koordinator serta fasilitator dalam upaya KAK untuk membangun semangat misioner serta solidaritas misioner di KAK
  • Sebagai wakil KAK dalam pertemuan misioner dan karya Kepausan tingkat regional dan nasional. 

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.