Janganlah Terbius Oleh Mamon

Bacaan: 

Sabtu, 10 November 2018, Pw S. Leo Agung, PausPujG (P).
BcE Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs.
BcO Keb. 18:1-15a; 19:4-9.

Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, Bagaimana mungkin Yesus mengatakan bahwa kita harus mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur? Bukankah Yesus mengajarkan untuk tidak mengabdi kepada mamon? (bdk. Mt 6:24)
 
Mamon berasal dari bahasa Aramaic yang berarti sesuatu yang dipercayai atau disimpan, yang sering dikonotasikan dengan kekayaan. Kekayaan memang sering mendatangkan godaan besar untuk berbuat dosa, namun kekayaan sendiri adalah sesuatu yang netral, karena dapat dipergunakan untuk sesuatu yang baik, walaupun sering dipergunakan untuk sesuatu yang buruk. Kekayaan juga dapat berupa bakat dan kemampuan, yang juga merupakan sesuatu yang bersifat netral. Berapa banyak kita melihat orang-orang yang jenius yang membangun dunia, namun ada juga yang orang yang jenius yang menggunakan kepintarannya untuk berbuat kriminal. Di sinilah kita semua bagaikan bendahara yang dipercayakan oleh Tuhan dengan berbagai macam talenta dan karunia, yang dapat berupa kekayaan, kepandaian, dll. Pada waktu seseorang dipercaya oleh Tuhan dengan kekayaan atau kepandaian, maka sikap yang benar adalah menyadari bahwa semua itu bukan milik pribadi, namun merupakan titipan Tuhan, yang harus dipergunakan dengan bijaksana.
 
Kalau kita menganggap sebaliknya, percaya bahwa semua itu adalah milik pribadi kita yang tidak perlu dibagikan kepada orang yang membutuhkan, dan seluruh kehidupan kita berpusat pada kekayaan atau kepandaian, maka kita telah mengabdi kepada mamon, seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 6:24.
 
Pada waktu Yesus mengatakan “Ikatlah persahabatan dengan mamon yang tidak jujur“, ini berarti bahwa kita harus berhati-hati dengan mamon yang tidak jujur, karena kekayaan memang sering mengecoh manusia dengan memberikan ide bahwa kebahagiaan terletak pada kekayaan dan bukan pada Tuhan. Kebahagian semu inilah yang sering mengecoh banyak orang. Di ayat ini, Yesus hendak mengkontraskan antara orang kaya yang tidak benar, yang diperbudak oleh uang dan orang kaya yang benar, karena mempergunakan kekayaannya untuk semakin memuliakan nama Tuhan. Tentu saja ada banyak cara untuk memuliakan nama Tuhan dengan kekayaan, seperti: membantu yang miskin dan kekurangan.
 
Persahabatan dengan mamon dan bukan diperbudak mamon, itulah yang dimaksudkan oleh Yesus, sehingga diharapkan jika mamon tidak dapat menolong lagi – yaitu pada saat dipanggil oleh Tuhan melalui kematian – maka orang tersebut dapat diterima dalam kemah abadi dalam kerajaaan Sorga, karena ia telah secara benar menggunakan kekayaan yang telah dititipkan Tuhan kepadanya. Tobit mengatakan “Memang sedekah melepaskan dari maut dan tidak membiarkan orang masuk ke dalam kegelapan” (Tob 4:10). Mari, kita yang diberi kekayaan dan talenta yang berbeda-beda oleh Tuhan, dengan sukacita membagikannya kepada orang lain, sehingga kekayaan dan talenta kita dapat menjadi salah satu cara untuk membawa kita kepada kebahagiaan sejati.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Janganlah Terbius Oleh Mamon

Sabtu, 10 November 2018, Pw S. Leo Agung, PausPujG (P).
BcE Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs.
BcO Keb. 18:1-15a; 19:4-9.

Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, Bagaimana mungkin Yesus mengatakan bahwa kita harus mengikat persahabatan dengan mamon yang ti