Jadilah Orang Muda Yang Cerdas Dan Punya Masa Depan

Komsos KAK, Kupang -- “Apa sih persoalan dari era globalisasi itu, sehingga kita harus dipersiapkan? Era globalisasi ini membawa dampak yang cukup banyak, dan sebagai orang beriman, kita harus anggap itu adalah tantangan. Tantangan yang (bisa) menggerogoti iman kita, tantangan yang menggerogoti praktek-praktek keagamaan kita.” Demikian dikatakan Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man dalam kata sambutannya ketika membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Iman dan Pengembangan Bakat bagi Orang Muda Katolik (OMK) se-kota Kupang (16/11) yang terselenggara atas kerjasama Pemerintah Daerah Kota Kupang dengan Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang.
 
Pada kegiatan yang berlangsung di aula susteran RVM Kupang ini, Herman Man mengajak segenap OMK untuk menjadi pribadi-pribadi beriman yang cerdas dan tanggap dalam menyikapi pelbagai macam kemajuan yang ada di era globalisasi, sehingga dapat dengan bijak menggunakannya dengan bijak demi membangun masa depan yang lebih baik.
 
“Kita bersyukur bahwa panitia sudah ambil tema, menjadi pemuda yang cerdas. Cerdas itu pintar untuk kehidupan. Karena itu perlu jadi orang cerdas, bukan hanya jadi orang pintar. Dan orang perlu juga menjadi orang yang tanggap dengan situasi. Karena itu saya cuma pesan, jadilah pemuda yang punya masa depan,” tegas Herman Man.
 
Senada dengan Wakil Walikota Kupang, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, Suster Tyas, RVM, mengajak segenap OMK yang mengikuti kegiatan ini agar bisa menjadikan acara ini bukan sekedar formalitas belaka, tetapi sebagai tempat di mana OMK bisa memperoleh bekal yang baik dalam membangun diri, Gereja dan bangsa. Karena itu mewakili Uskup Agung Kupang, Sr. Tyas juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah pula menunjukkan kepedulian dan perhatiannya terhadap orang-orang muda katolik yang ada di wilayah Kota Kupang ini.
 
Adapun kegiatan Penguatan Kapasitas Iman dan Pengembangan Bakat bagi Orang Muda Katolik (OMK) se-kota Kupang yang pada tahun ini mengambil tema Orang Muda Katolik yang Cerdas, Bijak dan Tanggap Menghadapi Era Globalisasi Berdasarkan Iman Kristiani, diikuti oleh 200 OMK yang berasal dari paroki-paroki dalam wilayah Kota Kupang. Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Kamis, 16 November 2017 sampai Sabtu, 18 November 2017 ini, akan diisi dengan beberapa mata acara, antara lain seminar dan diskusi yang akan menghadirkan empat orang narasumber, dan selanjutnya akan ditutup dengan kerja bakti sebagai bentuk dukungan OMK terhadap program pemerintah Kota Kupang, secara khusus dalam menjaga kebersihan fasilitas publik yang ada di kota ini.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Mari Membangun Dunia Baru Yang Harmonis

Selasa, 5 Desember 2017,
Filipus Rinaldi, Bartolomeus Fanti, Sabas
Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17; Luk. 10:21-24
BcO Yes 2:6-22; 4:2-6
warna liturgi Ungu

Rencana keselamatan terus menerus disampaikan Tuhan kepada umat-Nya.