Jadikanlah Media Sosial Sebagai Sarana Pewartaan

“Kehadiran media sosial yang ada dalam dunia dewasa ini, yang didukung pula oleh perkembangan sarana komunikasi dengan munculnya pelbagai macam inovasi di bidang teknologi komunikasi, merupakan anugerah luar biasa dari Allah yang perlu kita syukuri dan kita gunakan secara bijak dan bertanggung jawab.“ Demikian disampaikan oleh Ketua Komsos Keuskupan Agung Kupang, RD Yohanes Kiri pada pembukaan kegiatan literasi media sosial dan pelatihan pembuatan film pendek dengan menggunakan handphone bagi OMK dan pelajar di wilayah paroki Sta. Helena Lili-Camplong.
 
Lebih lanjut pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyongsong perayaan Hari Komsos sedunia ke-51 dan Hari Keluarga Tingkat keuskupan Agung Kupang ini, Romo Yan mengajak kaum muda untuk menggunakan media sosial dan pelbagai macam hasil perkembangan teknologi komunikasi sebagai sarana yang luar biasa untuk menyampaikan kabar sukacita kepada sesama. “Sesungguhnya ada begitu banyak hal baik yang kita bisa temukan di sekitar kita, dan hal-hal baik itu bisa menjadi cerita indah yang kita bagikan kepada sesama melalui media-media digital yang adalah anugerah Tuhan bagi kita yang hidup di zaman ini. Karena itu kita bisa menjadi orang-orang yang turut berperan serta menangkal pelbagai macam informasi negatifyang ditawarkan kepada manusia zaman ini dengan cara menyuarakan kabar baik kepada sesamamelalui media-media sosial yang ada,dan dengan menggunakan sarana-sarana komunikasi yang kita punyai,” ajak Rm. Yan.
 
Senada dengan Romo Yan, Pastor Paroki Sta. Helena Camplong yang sekaligus juga adalah ketua Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang, RD Ansel Leu, mengungkapkan harapannya agar kaum muda sebagai kelompok yang sangat aktif di dalam menggunakan media sosial, agar bisa menjadikan sarana ini sebagai alat untuk mewartakan sukacita injil bagi semua orang. “Tentu bukan hal baru bagi anak-anak muda untuk bicara tentang penggunaan media sosial dan HP ini, tapi ini penting agar kita memang menggunakan sarana ini untuk mewartakan kabar gembira.  Karena itu orang muda bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga bisa belajar sesuatu yang berguna, agar cara berkomunikasi kita dengan orang lain menjadi semakin efektif,” kata Rm Ansel.
 
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2017 dan mengambil tempat di halaman samping gereja Paroki Sta. Helena Camplong ini menghadirkan fasilitator dari tim relawan Komsos KAK, bapak Carolus Loli dan saudara Conelis Nota, dan mendapatkan tanggapan yang luar biasa dari OMK dan para pelajar di wilayah paroki ini. Hal ini nampak melalui jumlah peserta yang bahkan jauh melebihi prakiraan, serta keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan pembuatan film pendek dengan menggunakan HP ini. Antusiasme yang luar biasa ini nampak pula di dalam hasil-hasil karya yang dibuat dan ditunjukkannya pada akhir sesi pelatihan.
 
Menanggapi antusiasme yang luar biasa ini, ketua panitia perayaan hari Komsos ke-51 dan Hari Keluarga tingkat Keuskupan Agung Kupang mengungkapkan bahwa melalui kegiatan semacam ini ternyata kita bisa melihat bahwa orang-orang muda kita sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan serta kreatifitas yang luar biasa. Dan hal itu bisa sangat berguna bagi perkembangan Gereja ke depannya. Karena itu beliau pun berjanji bahwa kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin yang dibuat di paroki ini demi mengembangkan kreativitas orang-orang muda.
 
Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 pagi dan berakhir pada pukul 17.00 ini kemudian ditutup dengan sharing pengalaman dari teman-teman anggota komunitas orang muda lintas agama kota Kupang (KOMPAK), tentang bagaimana hidup sebagai orang muda di tengah masyarakat yang plural di wilayah ini. Dan itu ditunjukkan dengan mengupayakan hadirnya damai dalam kebersamaan, yang salah satunya bisa diawali dengan bagaimana kita membangun komunikasi yang baik dengan sesama. “Media sosial kita akhir-akhir ini sudah sangat sesak dengan pelbagai macam ujaran kebencian dan provokasi yang menyesatkan. Mari sebagai orang muda kita hadir di dunia yang seperti ini bukan untuk semakin menyesakkannya dengan pelbagai macam isu dan provokasi negative, tetapi menyejukkan siatuasi yang panas ini dengan menyuarakan damai dan persaudaraan. Kalau kita bisa membuat orang tertawa bahagia, kenapa kita harus membuat mereka menangis, kalau kita bisa buat dunia ini damai, kenapa kita harus buat sesama berkelahi. Mari bangun perdamaian, karena bae sonde bae, hidup damai itu lebe bae."***

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.