Hati Yesus Yang Berbelas Kasih

Bacaan: 

Jumat, 8 Juni 2018
HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P). E KemSyah PrefKhus.
BcE Hos. 11:1,3-4,8c-9; MT Yes. 11:2-3,4-bcd,5-6; Ef. 3:8-12,14-19; Yoh. 19:31-37.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Hati Yesus yang Mahakudus. Pesta ini mulai dirayakan sejak Yesus menampakkan diri kepada St. Maria Alacoque pada 1667. Dalam penampakan itu Maria Alacoque melihat dengan jelas Hati Yesus yang terobek dan berdarah tetapi bercahaya dan penuh dengan nyala-nyala api. Dari dalam Hati itu muncul sebuah mahkota dengan duri di sekelilingnya. Lalu Maria Alacoque mendengar suara Yesus yang menyuruhnya untuk melihat Hati-Nya yang sangat mencintai manusia. Sejak penampakan itu Gereja mempromosikan devosi kepada Hati Kudus Yesus.
 
Devosi ini mempunyai dasar dalam Kitab Suci, antara lain dalam Injil hari ini ketika seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak sehingga mengalir keluar darah dan air. Kisah lambung Yesus yang ditikam tombak dan mengeluarkan air dan darah, menyimbolkan ketika Tuhan disakiti, justru Ia mengeluarkan kehidupan, yang dilambangkan dengan darah dan air. Itu perwujudan konkret kasih Allah yang menyelamatkan umat-Nya, walaupun umat telah menyakiti hati-Nya.
 
Karena itu, Pesta Hati Yesus Yang Mahakudus mengingatkan kita akan cinta Yesus yang luar biasa kepada umat-Nya. Dengan ketulusan hati-Nya Yesus setia melaksanakan kehendak Bapa  melalui sengsara,wafat ,dan kebangkitan-Nya. Yesus telah mengembalikan  hubungan manusia dengan Allah yang renggang oleh dosa dengan kuasa darahNya. Dengannya Yesus menjadi jembatan yang menghubungkankembalimanusia denganAllah dan dengan sesama sehingga kita mampu kembali menjalin relasi yang mesra dengan Allah.
 
Kasih Yesus yang luar biasa itu mestinya kita tanggapi dengan kasih pula. Kasih Yesus hendaknya mendorong kita untuk semakin mencintai Tuhan dengan segenap hati, akal budi, jiwa, dan dengan segenap kekuatan kita. Dan kemudian mewujudkan pula cinta kepada Allah melalui karya amal kasih yang kita lakukan begi sesama di sekitar kita.
 
Mari kita berdoa bersama dengan St. Bonaventura, agar kita dapat semakin meresapkan rahasia kasih Allah yang tersembunyi di dalam Hati Kudus Yesus:
Ya Yesus, oleh izin-Mu, seorang prajurit menikam lambung-Mu yang kudus. Ketika darah dan air memancar keluar, harga keselamatan kami pun tertumpah, yang mengalir dari mata air Hati Kudus-Mu yang penuh rahasia. Dan Engkau memberi kuasa kepada sakramen-sakramen Gereja, untuk mencurahkan kehidupan rahmat, dan menjadi bagi mereka yang hidup di dalam Engkau, air hidup yang menyelamatkan, yang terus terpancar sampai kehidupan kekal….
O Yesus, kini saat aku telah dibawa ke dalam Hati Kudus-Mu, dan sungguh betapa indahnya berada di sini, aku tak mau dengan mudahnya terpisah darinya. O, betapa indah dan menyenangkan untuk tinggal di dalam Hati-Mu! Hati-Mu, ya Yesus, adalah harta yang sungguh kaya, bagaikan mutiara berharga, yang kutemukan di dalam rahasia tubuh-Mu yang ditusuk, bagaikan dalam tanah ladang yang dibajak. Siapa yang akan mengabaikan mutiara ini? Sebaliknya, aku akan menyerahkan semua mutiara di dunia, aku akan menukarkan semua pikiran dan kesenanganku dengannya, dan aku akan membelinya bagiku. Aku akan menyerahkan semua perhatian dan kekuatiranku kepada Hati-Mu, o Yesus yang baik… Aku telah menemukan Hati-Mu… Hati Rajaku, Saudaraku, Sahabatku. Tersembunyi dalam Hati-Mu, apakah yang tidak dapat kuminta dari-Mu? Aku mau meminta, agar Hati-Mu menjadi hatiku juga. Jika Engkau, Yesus adalah Kepalaku, tidak dapatkah aku berkata bahwa Hati-Mu itu adalah milikku, selain bahwa itu adalah milik-Mu? Bukankah mata dari kepalaku juga adalah mataku? Maka, Hati dari Kepala rohaniku adalah juga Hati-ku. Betapa ini membuatku bersuka cita! Engkau dan aku memiliki satu hati. Setelah kutemukan Hati yang ilahi, yang adalah Hati-Mu dan hatiku, O Yesus yang termanis, kumohon kepada-Mu, O Tuhanku, terimalah doa-doaku dalam tempat kudus itu di mana Engkau memperhatikannya. Dan terlebih lagi, tariklah aku sepenuhnya, ke dalam Hati Kudus-Mu. Amin(St. Bonaventura).

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Yohanes Gabriel Perboyre, Martir

Ketika masih kanak – kanak, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia biasa membantu ayahnya menggembalakan ternak – ternak mereka di padang. Pada umur 8 tahun, ia masuk sekolah atas ijin ayahnya. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari menengah.

Renungan Harian

Salib Adalah Tanda Kerahiman Allah

Jumat, 14 September 2018 - Pesta Salib Suci
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.
BcO Gal. 2:19-3:7,13-14; 6:14-18 Est. 1:1-3,9-16,19; 2:5-10,16-17.

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Salib Suci. Secara liturgis, Pesta ini dirayakan di dalam Gereja Katolik untuk mengenang penemuan Salib Yesus oleh St. Helena, ibunda dari Kaisar Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320.