Dipanggil Untuk Mewartakan Dia Yang Hidup

“Kita sekalian para imam mendapat tugas untuk mewartakan Kristus yang hidup, bukan peraturan-peraturan, bukan hal-hal yang membekukan, bukan hal-hal yang membebankan, tetapi hal hal yang memberikan sukacita, yang memberikan kegembiraan. Kita masing-masing mendapat tugas masing-masing untuk mewartakan pribadi yang hidup, Yesus Kristus yang hidup. Dengan demikian dalam setiap pertemuan kita sebagai seorang imam dengan umat dalam mewartakan Kristus yang hidup, kita juga memang mengalami bahwa dia hidup dalam diri kita.”
 
Demikian disampaikan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dalam homilinya pada perayaan Misa Pontifical yang diselenggarakan pada Kamis, 11 April 2019, di gereja Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua.
 
Lebih lanjut kepada para imam yang hadir, Mgr. Petrus menekankan bahwa pekerjaan imamat adalah pekerjaan mewartakan Kristus yang hidup, dan karena itu Kristus yang hidup itu perlu pertama-tama hadir dalam hidup para imam. “Lembaga-lembaga yang ada dalam Gereja hanya punya satu maksud, supaya pribadi yang hidup itu hadir dalam dunia. Pertama-tama hadir dalam hidup kita para imam, agar kita yang mengenal Kristus yang hidup itu boleh memperkenalkan dia terus menerus kepada dunia ini, bahwa Kristus hidup. Karena dunia sekarang ini seolah-olah melihat bahwa Kristus itu hanyalah sosok dari masa lalu yang tidak hidup. Dan karena itu kita sekalian para imam dan diakon dipanggil untuk mewartakan dan membuat bahwa apa yang kita katakan adalah yang hidup, yang sungguh-sungguh memberikan kehidupan dan membuat dunia ini hidup dalam kasih.” Tegas Mgr Petrus.
 
Dalam misa imamat yang dihadiri pula oleh para biarawan-biarawati serta sejumlah besar umat ini, secara khusus dilakukan pembaharuan janji imamat dari para imam dan juga pemberkatan minyak-minyak yang akan digunakan dalam pelayanan sakramen-sakramen di wilayah Keuskupan Agung Kupang ini. Adapun minyak yang diberkati itu adalah: Minyak Krisma, Minyak Katekumen dan Minyak Orang Sakit. Minyak-minyak yang diberkati ini adalah sarana rohani yang akan digunakan secara khusus dalam pengembangan hidup iman, supaya iman yang diwartakan tetap hidup dalam dunia ini.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.