Dipanggil Untuk Menjadi Duta Sukacita Tuhan

“Seorang Diakon itu harus menjadi duta dalam sukacita Tuhan. Jiwaku bergembira dalam Allah. Begitu Diakon pergi ke dalam Gereja, air mata harus berhenti. Diakon harus mampu mewartakan Tuhan dengan sukacita yang lebih besar, sehingga orang-orang yang berada di dalam kesedihan berubah dan masuk ke dalam sukacita. Dengan demikian mereka beranjak untuk memuji dan memuliakan Tuhan.” Demikian dikatakan Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, dalam kotbahnya pada Perayaan Ekaristi tahbisan Diakon yang berlangsung pada Selasa, 31 Mei 2016 di Kapela Seminari Tinggi st. Mikhael Penfui-Kupang.
 
Sehubungan dengan hal ini, Uskup  Dominikus meminta agar kehadiran para Diakon sungguh menghadirkan warta gembira bagi semua orang yang dilayani. Karenanya seraya mengutip kata-kata Sri Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium, Mgr. Dominikus mengatakan, “Jangan kita pergi ke gereja dengan muka yang begitu muram seakan kita baru pulang dari upacara pemakaman. Itu kata-kata dari Bapa suci untuk mengajak kita menyadari bahwa Tuhan ada di tengah kita dan karena itu dia mengajak kita untuk bergembira.”
 
Dalam perayaan yang bertepatan dengan Pesta Bunda Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya ini, Bapa Uskup Atambua secara khusus mengajak para Diakon untuk meneladani Bunda Maria di dalam hidup dan karya pelayanannya. Para Diakon diajak untuk menyadari tugas dan panggilan hidupnya sebagaimana Bunda Maria yang dengan kerendahan hatinya berkata bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, Ecce ancila Domini. Dan dalam kesadarannya sebagai hamba Tuhan, para Diakon hendaknya hadir untuk membawa serta di dalam hidup dan pelayannya kehadiran Tuhan yang berbelas kasih.
 
Mengakhiri kotbahnya, Uskup Dominikus juga meminta seluruh umat yang bersukacita atas ditahbiskannya para Diakon ini agar mendoakan para Diakon, sehingga mereka senantiasa setia di dalam hidup dan karya pelayanannya untuk melayani meja, yang tidak lain adalah demi keselamatan seluruh umat.
 
Adapun para frater yang ditahbiskan menjadi Diakon dalam perayaan ini berjumlah 17 orang, yang terdiri dari tiga Diakon untuk Keuskupan Agung Kupang, tujuh Diakon untuk Keuksupan Atambua, dua Diakon untuk Keukupan Weetabula, dan lima Diakon untuk kongregasi Claretian (CMF). Hadir pula dalam perayaan tahbisan diakonat ini sejumlah besar imam, para biarawan-biarawati, para undangan dan umat, serta dimeriahkan pula dengan koor yang dibawakan oleh para frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang.***

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.