Dipanggil Untuk Menghadirkan Kerajaan Allah

Pada senin, 8 Desember 2014, bertempat di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral-Kupang, Mgr. Petrus Turang, Uskup Agung Kupang telah menahbisakan 6 diakon menjadi imam. Perayaan Ekaristi pentahbisan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda ini, dihadiri oleh sejumlah besar umat dari seluruh penjuru Keuskupan Agung Kupang, sejumlah besar imam, para frater, dan biarawan-biarawati.
 
Adapun keenam imam baru yang ditahbisakan ini terdiri atas 4 imam baru asal Dioses Agung Kupang, yakni RD. Jeremias Nome, RD. Leonardi Manlea, RD. Albano Carvalho, RD. Fransiskus Hurint dan 2 imam baru asal Kongregasi Misionaris Claretian, yakni  RP. Viktor Dody  Sasi, CMF dan RP. Konstan Lakat, CMF.
 
Dalam kotbahnya pada perayaan tahbisan tersebut, Mgr. Petrus Turang menyatakan, “Dengan Tahbisan imam dalam Gereja Katolik, kita mendoakan saudara-saudara kita ini, agar kepenuhan pelayanan Kristus hadir dalam diri mereka untuk membangun persekutuan iman dalam dunia ini. Jadi tidak ada mereka yang ditahbiskan untuk kekuasaan, untuk harta benda, untuk kedudukan, tetapi mereka mempunyai tugas untuk membangkitkan, untuk menghadirkan, untuk berbagi rasa, berbagi pengalaman tentang kebaikan Tuhan, agar dunia yang sekarang ini mulai tidak mengenal Yesus Kristus, kembali mengenal Yesus Kristus. Orang yang mengenal Yesus Kristus adalah orang-orang, terutama para imam yang memberikan pelayanan seutuhnya supaya sesamanya menjadi baik, supaya sesamanya membangun dirinya dalam kegembiraan, supaya sesamanya dapat mengambil bagian dalam apa yang disebut sukacita injil.”
 
Mgr. Petrus juga menekankan, bahwa agar bisa mencapai pelayanan yang utuh sebagai imam, para imam baru harus sanggup menjadi pribadi-pribadi yang memiliki persahabatan yang khusus dengan Yesus Kristus yang mereka imani. Hal ini mutlak perlu karena tuntutan dan tanggung jawab yang diemban seorang imam tidaklah ringan. Para imam haruslah selalu menampilkan cara berpikir dan bertindak Yesus Kristus yang seringkali tidak sama dengan cara berpikir manusiawi. “Cara berpikir manusiawi berorientasi pada memperoleh, mendapat dan menguasai, sedangkan cara berpikir dari Yesus Kristus adalah memberi, melayani dan mengabdi. Karena itu dibutuhkan keyakinan yang mendalam akan Yesus Kristus, akan Sabda-Nya supaya para imam, kita sekalian menjadi pelayan pengajaran-Nya dengan benar, yang hadir di dunia ini untuk mendatangkan bagi umat-Nya Kerajaan Allah”, tegas Mgr. Petrus.
 
Mengakhiri kotbahnya, Mgr Petrus mengajak para imam agar hadir sebagai pribadi yang berani untuk menyampaikan kabar gembira di lingkungan di mana mereka berada, karena yakin bahwa Roh Kudus bergiat dalam diri mereka. Roh Kudus itulah yang akan memberikan suatu tanda, menguatkan dan menuntun para imam dalam perjalanan imamatnya. (si langit senja)

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.