Delapan Sabda Bahagia

Yesus mengajarkan kita Delapan Sabda Bahagia  (Mat 5: 1-12), dan hidupNya sendiri adalah pemenuhan Sabda Bahagia tersebut. Dan semasa hidupNya di dunia, Ia adalah manusia yang paling berbahagia, karena satu hal ini: Ia memberikan Diri-Nya seutuhnya kepada Allah Bapa dan kepada manusia. Salib Kristus adalah puncak dan bukti yang sungguh nyata akan hal ini. Pandanglah salib Kristus, dan kita akan menemukan jawaban akan pertanyaan, “apa yang harus kulakukan agar hidup bahagia?” Sebab di sana, di dalam keheningan Kristus akan menjawab kita, “Mari, ikutlah Aku….”

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
  5. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembi-ralah, karena upahmu besar di surga.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santa Agatha

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur Romawi kafir mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istana untuk dijadikan sebagai isterinya.

Renungan Harian

Bekerjalah, Bukan Untuk Makanan Yang Dapat Binasa

Senin, 16 April 2018 -- Hari Biasa Pekan III Paskah (P).

Sesudah mujizat perbanyakan roti, Yesus menghindarkan diri dari orang banyak, sebab mereka hanya ingin melihat mujizat-mujizat dan tanda heran yang dilakukan-Nya.