Cinta Kasih: Jalan Menuju Kekudusan

“Kita sekalian berada di tengah dunia ini untuk membangun persekutuan, persekutuan sebagai murid-murid Kristus. Itu menjadi inti, bagian dari kita untuk membangun dunia ini, di mana kita sekalian akan mengalami sukacita, semangat hidup. Di sinilah orang kristiani meskipun di tengah keterbatasan hidupnya selalu memiliki sikap berharap agar pengalaman-pengalaman yang biasa di dapat terjemahkan dengan kekuatan iman yang biasa juga, bukan yang luar biasa.”
 
Demikian diungkapkan Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang di awal renungannya dalam kesempatan rekoleksi bagi para awam katolik yang berkarya di bidang pelayanan publik, para calon anggota legislatif, politisi, pemuda katolik dan WKRI yang berlangsung pada Sabtu, 15 Desember 2018.
 
Dalam kesempatan ini, secara khusus Mgr Petrus mengingatkan segenap awam katolik yang hadir akan peran dan panggilan kaum awam di tengah tata dunia.
 
“Kaum awam tetap hidup dalam dunia, tetap hidup dalam gereja dan harus memberikan kepada gereja dan kepada dirinya martabatnya sebagai manusia. Pertama-tama apa yang menjadi patokan di dalam gereja kita yakni cinta kasih. Jadi kita dipanggil untuk melaksanakan cinta kasih, baik secara ekologis, sosial, budaya, politik, karena di dalam gereja katolik kehadiran kita di dalam tata dunia ini adalah untuk mengaplikasikan, mau melaksanakan, mengimplementasikan cinta kasih dari Yesus Kristus, kerana dengan itulah kita dikenal dalam dunia sebagai murid-murid-Nya. Dan di dalam menjalankan semangat cinta kasih di dunia ini, anda sebagai kaum awam menuju kepada kekudusan.”
 
Lebih lanjut Mgr Petrus menjelaskan bahwa dalam kekudusan, para awam meskipun dalam kerapuhan dan keterbatasan manusiawinya, berada dalam persatuan dengan Yang Kudus, dengan Kristus, dan di sanalah mereka sekalian bisa menampakkan diri karena percaya bahwa mereka juga adalah murid-murid Kristus. Dan karena itu, sebagai murid-murid Kristus, segenap awam katolik yang berkarya di tengah tata dunia juga dipanggil untuk mengevangelisasi dunia ini, untuk menguduskan dunia ini melalui karya yang dilakukannya.
 
“Berkat baptisan dan krisma, segenap umat awam juga adalah murid-murid Kristus, pewarta cinta kasih Kristus di tengah dunia ini, dan itulah yang harus senantiasa dikembangkan. Karena itulah kita perlu senantiasa membangun kebersamaan, membangun dialog yang tulus sebagai murid-murd Kristus melalui karya yang kita jalankan, yang kita laksanakan di tengah dunia ini,” ungkap Mgr Petrus.
 
Kegiatan rekoleksi bagi para awam katolik yang merupakan program dari Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang dalam rangka persiapan untuk menyambut perayaan Natal tahun 2018 ini, kemudian disusul dengan dialog kebangsaan bersama Wakil Gubernur NTT, Bapak Yoseph Naisoi. Secara khusus Wakil Gubernus NTT perode 2018-2023 ini membagikan pandangan dan pengalamannya sebagai salah satu politisi katolik senior di wilayah ini, serta program-program kerja yang akan dijalankan bersama Gubernur NTT selama dipercaya untuk memimpin daerah ini selama lima tahun ke depan.
 
Seluruh rangkaian kegiatan rekoleksi dan dialog kebangsaan ini lalu ditutup dengan santap siang bersama.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Allah Adalah Bapa Yang Berbelas Kasih

Sabtu, 23 Maret 2019
Turibius dr Mogrovejo
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3.11-32.
BcO Ul. 32:48-52; 34:1-12.
warna liturgi Ungu

Yesus dalam bacaan Injil hari ini menggambarkan Allah sebagai Bapa yang penuh belaskasih, Bapa yang selalu rela menerima kembali secara penuh anaknya, meski anak itu sebelumnya telah pergi menghambur-hamburkan harta miliknya dengan berfoya-foya.