Bergegaslah Melayani Di Dalam Tuhan

“Diakon itu seperti Maria, dia dalam perjalanan. Maria dalam perjalanan bergegas untuk merayakan keselamatan, diakon juga bergegas untuk merayakan keselamatan dengan memberikan pelayanan kepada umat, dengan memberikan hati yang tulus. Pelayanannya yang tidak boleh terbalik, tapi suatu perbuatan yang berjalan untuk menerjemahkan dan membawa kepada dunia ini Injil Yesus Kristus yang diserahkan kepada mereka, supaya siapa saja yang bertemu dengan mereka di dalam perjalanan mereka sebagai diakon mengalami sukacita dan keselamatan dari Tuhan. Demikian disampaikan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dalam pesannya ketika menahbiskan 23 frater menjadi diakon.
 
Dalam perayaan pentahbisan yang dilaksanakan di Kapela Seminari Tinggi st. Mikhael Penfui (Rabu, 31 Mei 2017) bertepatan dengan pesta Sta. Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya ini, Uskup Turang mengingatkan para diakon baru akan tugas yang harus diembannya sebagai diakon di dalam Gereja, yakni harus tampil sebagai pelayan-pelayan yang selalu membawa sukacita kepada dunia. Dan untuk itu para diakon harus terus belajar di dalam perjalanan hidupnya untuk bergegas di dalam Tuhan, dan tetap kuat di dalam perjalanan sebagai diakon, sehingga apa yang ditampilkan dan dihidupinya sungguh menjadi warta sukacita bagi semua orang.
 
Penerimaan tugas menjadi pewarta injil ini, ditandai dengan penyerahan Kitab Suci oleh Mgr. Petrus Turang sebagai uskup pentahbis kepada setiap diakon yang ditahbiskan. Penyerahan ini disertai pula dengan sebuah pesan agar para diakon menjadi pribadi-pribadi yang akrab dengan Kitab Suci, yang adalah Sabda Allah. ,"Kini saudara telah menjadi Diakon. Terimalah injil Yesus Kristus ini dan berusaha supaya apa yang anda bacakan, anda percaya, yang anda percaya anda ajarkan, dan yang anda ajarkan anda laksanakan," kata Mgr. Petrus.
 
Adapun ke-23 diakon yang ditahbiskan ini berasal dari tiga keuskupan, yakni: Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambu dan Keuskupan Weetabula, serta dari Konggregasi Misionaris Claretian. Sebelas diakon asal Keuskupan Agung Kupang adalah: Diakon Alexander Kobesi, Diakon Kondradus Takene, Diakon Yohanes Paulus Bria, Diakon Arianto Adnan Berkanis, Diakon Amandus Nuban, Diakon Karolus Mario Kosat, Diakon Leonardo Yohanes Toda, Diakon Yohanes Kartiba, Diakon Adventinus Djemantur, Diakon Emanuel Inosensius Je' emali dan Diakon Venansius Yohanes Du'a. Untuk Keuskupan Atambua ada lima orang yaitu: Diakon Yofet Makus, Diakon Gaudensius Nabu, Diakon Marselinus Naikei, Diakon Markus Yohanes Tallo, dan Diakon Viktorius Frengki de Rosary Rusae. Empat diakon dari Keuskupan Weetabula, yaitu: Diakon Albino Luciano Tibu, Diakon Maranus Leke, Diakon Felix Sugeng, Diakon Ulrich Djago Tae serta. Dan tiga diakon asal Konggregasi Misionaris Claretian, yakni: Diakon Herman Joseph Bataona, CMF; Agustinus Mbaga, CMF dan Jefrianus Uluk, CMF.
 
Turut hadir mengikuti perayaan tahbisan diakonat yang mengambil tema "Kamu adalah orang pilihan" ini, sejumlah besar imam, para frater, biarawan-biarawati, para undangan, serta ratusan umat. Parayaan ini turut dimeriahkan dengan koor dari para frater Seminari Tinggi St. Mikhael, Penfui, Kupang.***

Suara Gembala

Keluarga Berwawasan Ekologis

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Kita tiba kembali pada masa puasa atau masa prapaskah. Waktu khusus ini selalu mendorong kita untuk memanfaatkannya dengan baik. Waktu berahmat ini menjadi bagian utuh dalam perjalanan hidup iman kita.

Tokoh

TAKUT YANG MEMBUAHKAN RAHMAT

 “Cucu-cucu Indonesia, engkau siap diri sekarang juga untuk ke Noehaen.” Itulah sepenggal kalimat yang masih diingat secara baik oleh Bapak Siprianus Poli ketika ia menerima tugas dari Pater Pfeffier untuk menjadi Guru agama katolik di wilayah Amarasi Timur, tepatnya

Renungan Harian

Dengarkanlah Suara Tuhan!

Kamis, 7 September 2017
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11.
BcO Am 4:1-13
warna liturgi Hijau

Sebagai manusia, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita telah berkeja dengan sepenuh hati, telah mengerahkan segala daya dan kemampuan diri kita, namun tak ada hasil yang kita peroleh, tak sesuatu yang bisa kita dapatkan.