Arah Dasar Pastoral KAK

VISI KEUSKUPAN AGUNG KUPANG
Tumbuhnya keluarga Kristiani yang memiliki kesadaran bersama dalam perjalanan hidup sebagai satu persekutuan gerejawi Keuskupan Agung Kupang guna menanggapi tantangan kehidupan iman dan kehidupan sosial ekonomi di tengah keluarga umat manusia dan alam semesta.
 

MISI KEUSKUPAN AGUNG KUPANG

  1. Melayani tumbuhnya kesadaran umat secara bersama-sama sebagai suatu persekutuan Gerejawi KAK tentang iman Kristiani yang bersedia dan berbagi
  2. Membantu supaya keluarga-keluarga kita dapat mengelola hidup ekonominya secara sehat.
  3. Membangun mutu hidup kemuridan Kristus yang semakin berkekuatan dan berdaya menggerakkan hati untuk berbagi  dengan sesama.
  4. Menumbuhkan budaya kerjasama dalam usaha saling membantu dalam kehidupan sosial ekonomi dengan memperkuat unit-unit usaha melalui penguatan koperasi kredit umat.
  5. Mendorong umat sebagai keluarga Allah di Keuskupan Agung Kupang untuk mengambil bagian aktif, kreatif dan kritis dalam upaya-upaya pemerintah menghidupkan ekonomi rakyat.

 

STRATEGI PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG KUPANG
 
Gereja yang melayani/ mengasihi
Bentuk pelayanan paling tua terhadap sesama, terutama kepada orang miskin dan menderita, adalah karya amalkasih (karitatif), seperti memberi sedekah, makan dan pakaian, melayani orang sakit dan yatim piatu. Singkatnya, memberi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh mereka yang berkekurangan guna meringankan penderitaan mereka. Disini keluarga Kristiani dipanggil untuk berkarya amal sebagai perwujudan semangat rela berbagi terhadap sesama.
 
Gereja yang peduli/ berbela rasa dalam keadilan
Mengikuti Yesus berarti membangun sikap-sikap seperti Yesus. Kalau Yesus bersetiakawan dengan orang miskin dan menderita, maka keluarga-keluarga Kristiani juga demikian. Salah satu sikap Yesus yang mencolok adalah kesetiakawanan-Nya dengan semua orang, terutama mereka yang sakit dan menderita, dengan pendosa, dengan mereka yang lapar, bahkan kesetiakawanan-Nya sampai mati di kayu salib. Keluarga-keluarga Kristiani harus peduli sesama guna menghormati martabat sesama dalam keadilan dan kesetaraan dengan sikap saling percaya. Demikian, keluarga-keluarga Kristiani mengikuti Yesus yang adalah tanda dan sarana kerahiman Bapa dan keselamatan.
 
Gereja dengan suara yang memberdayakan
Sikap karitatif dan solider itu perlu dilengkapi dengan pastoral Gereja yang memperbaharui(profetik), yakni Gereja harus berani berjuang melawan ketidakadilan bangun masyarakat yang menyebabkan keadaan kemiskinan. Sikap pembaharu punya dua model:  Pembaharu aktif kreatif dan Pembaharu kritis. Pembaharu kritis berarti bahwa Gereja berjuang melawan bangun ketidakadilan dalam masyarakat. Sedangkan pembaharu aktif kreatif berarti bahwa Gereja melibatkan diri dalam upaya untuk mengambil langkah-langkah nyata untuk memperbaiki keadaan kesenjangan sosial dalam bidang sosial politik ekonomi.

Suara Gembala

Kita Mengasihi Tidak Dengan Perkataan Tetapi Dengan Perbuatan

1.“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan” (1Yoh 3:18). Perkataan ini dari rasul Yohanes mengungkapkan suatu perintah dari mana tak seorang Kristiani pun dapat mengelak.

Tokoh

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orang tuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya.

Renungan Harian

Jalan Menuju Pertobatan Itu Selalu Terbuka

Selasa, 21 Nopember 2017, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah
2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
BcO Dan 2:1,25-47

Salah satu ceritera Kitab Suci yang sudah begitu akrab di telinga kita, adalah kisah tentang Zakheus, si Pemungut cukai. Di hadapan orang-orang Yahudi, para pemungut cukai termasuk dalam golongan yang dikatakan sebagai orang-orang berdosa.