Allah Adalah Bapa Yang Berbelas Kasih

Bacaan: 

Sabtu, 23 Maret 2019
Turibius dr Mogrovejo
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3.11-32.
BcO Ul. 32:48-52; 34:1-12.
warna liturgi Ungu

Yesus dalam bacaan Injil hari ini menggambarkan Allah sebagai Bapa yang penuh belaskasih, Bapa yang selalu rela menerima kembali secara penuh anaknya, meski anak itu sebelumnya telah pergi menghambur-hamburkan harta miliknya dengan berfoya-foya. Ia tidak memarahi, menghukum ataupun mengungkit-ungkit kesalahan anaknya itu. Dengan penuh kasih, ia malahan merangkul dan menciumnya saat anaknya itu mau untuk bertobat.

Gambaran Yesus tentang Allah yang begitu murah hati ini, kiranya membuat kita tidak perlu takut untuk datang kepada-Nya dan mengakui dosa-dosa kita dengan rendah hati. Kalau kita sungguh menyesal atas segala dosa kita dan mohon ampun atas dosa-dosa kita, Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita itu. Ia akan menerima kita kembali sebagai anak-Nya. Dan setelah kita diterima kembali menjadi anak-anak-Nya, maka kitapun hendaknya menjadi penyalur belas kasih Allah kepada semua umat manusia dengan saling mengampuni dan memberikan kesempatan kepada sesama kita untuk bertobat.

Dan setelah kita mengalami pengampunan dan belas kasihan Tuhan itu, kita pun dipanggil untuk mewartakan kasih dan kebaikan Tuhan itu di sepanjang kehidupan kita. Kita dipanggil untuk menjadi alat keselamatan Allah, melalui kerelaan kita untuk mengampuni dan memberi kesempatan kepada sesama untuk bertobat. Sehingga mereka pun bisa menemukan dan mengalami belas kasih dan pengampunan dari Allah.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati demi seluruh bangsa

Sabtu, 13 Maret 2019 -
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.
BcO Ibr. 13:1-25 --- warna liturgi Ungu

Apa yang dikatakan oleh Kayafas dalam Injil hari ini sekilas nampak sebagai langkah bijaksana untuk keselamatan suatu bangsa. Jika ditinjau dari situasi politik, pendapat tersebut memang masuk akal. Yesus dianggap provokator di kalangan rakyat.