Kiranya Persekutuan Umat di Paroki Ini Tetap Terjaga

“Sebagai orang-orang yang beriman kepada Kristus, kita dipanggil untuk hadir sebagai pribadi-pribadi yang sanggup menghadirkan rahmat, sebagaimana Kristus yang telah memanggil kita melalui sakramen permandian dan telah memberikan diri-Nya, sehingga dunia ini terbuka untuk cara-cara penghiburan dan kegembiraan dalam persekutuan. Karena itu pula, perayaan emas ini harus diletakan dalam bingkai refleksi iman kepada Yesus yang bergiat dan hadir di tengah-tengah umat paroki ini.”
 
Demikian pesan Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang dalam kotbahnya pada Perayaan Ekaristi syukur atas pesta emas ulang tahun kelimapuluh Paroki St Yoseph Naikoten yang berlangsung pada Rabu (31/10/2018) malam.
 
Pada perayaan yang dirangkaikan dengan penerimaan sakramen Krisma ini, uskup Turang meminta kepada semua umat, secara khusus ke-385 anak yang menerima urapan Roh Kudus dalam perayaan ini untuk tampil menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas imannya. “Anak-anak yang menerima sakramen krisma pada hari ini, mereka dianggap sebagai umat paroki ini yang benar dan sempurna, yang mempunyai kesanggupan untuk bertanggung jawab atas imannya, dan karenanya harus terlibat aktif dalam menjaga persekutuan iman di paroki ini. Dan anda memang menerima Roh Kudus secara simbolis, secara liturgis, tetapi hati anda akan digerakkan oleh Roh dari Yesus Kristus untuk dengan pelbagai kekuatan, pelbagai kemungkinan, agar sanggup membuat bahwa paroki ini dengan kehadiran anda yang bergerak maju, bisa membangun paroki ini sebagai persekutuan dari saudara dan saudari yang saling memperhatikan, yang saling membantu.”
 
Melanjutkan apa yang dikemukakan dalam kotbahnya, Mgr Turang dalam sambutannya pada acara ramah tamah yang dilangsungkan sesudah misa kembali berpesan, "Saya harapkan umat Naikoten untuk mengenal dan menempatkan diri sebagai rasul awam yang beguna. Naikoten harus berguna untuk masyatakat Kota Kupang. Ya karena mereka hidup di sini, mereka makan dari Kota Kupang. Karena kita tahu mereka baik, kritis dan murah hati. Banyak pimimpin awam yang datang dari Naikoten, mari kita doakan mereka agar terus berguna bagi semua. Kita juga mendoakan panggilan menkadi imam dari paroki ini," ungkap Mgr Turang.
 
Dalam laporannya, Ketua Panitia HUT 50 Paroki St Yoseph Naikoten, Frans Wayan menyampaikan bahwa ada berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam menyongsong perayaan emas 50 tahun paroki St. Yoseph Naikoten ini. Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 6 Januari 2018, dan semuanya ini diilhami oleh satu tema utama "Di Bawah Bimbingan Roh Kudus Kita Satukan Hati Membangun Komunitas Yang Mandiri Menuju Perubahan Pelayanan Dan Pendewasaan Iman Katolik”.
 
"Ada kegiatan jalan santai menyambut pesta emas, lomba voly putra putri antar wilayah, lomba futsal lintas agama anak usia 12 tahun, lomba mazmur dan lektor antar wilayah, jalan sehat jasmani dan rohani bersama, seminar dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan RS Carolus Belo serta novena bersama pada 19-27 Oktober di pelataran gereja dan talk ahow tentang iman," ujar Frans Wayan.
 
Puncak seremonial syukuran atas 50 tahun gereja Paroki St Yoseph Naikoten Kupang ditandai pemotongan tumpeng ulang tahun oleh Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, dengan didampingi oleh pastor paroki RP. Dagobertus Sota Ringgi, SVD, pastor rekan RD Yohanes Kartiba, Wakil Walikota Kupang Dr Hermanus Man, ketua dan anggota DPP serta tokoh umat. Pemotongan tumpeng diiringi dengan permainan biola dari Isabella yang berkolaborasi dengan salah satu pastor rekan di paroki ini, RD Andre J. Alo'A, serta dimeriahkan pula dengan pesta kembang api.***

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Janganlah Terbius Oleh Mamon

Sabtu, 10 November 2018, Pw S. Leo Agung, PausPujG (P).
BcE Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs.
BcO Keb. 18:1-15a; 19:4-9.

Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, Bagaimana mungkin Yesus mengatakan bahwa kita harus mengikat persahabatan dengan mamon yang ti